Media Kampung – Belasan wartawan dari berbagai media harus menunggu hingga malam hari di Kantor Bidang Humas Polda Jawa Timur setelah mengikuti konferensi pers pengungkapan ratusan kasus kriminal selama Mei 2026. Mereka mengisi daftar hadir yang disediakan, namun hingga pukul 19.00 WIB tidak ada kepastian mengenai atensi yang dijanjikan.
Konferensi pers yang dipimpin Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, berlangsung sejak pukul 17.00 WIB. Setelah acara selesai, para jurnalis diminta mengisi absensi dan menunggu informasi lanjutan, tetapi hingga malam tidak ada kejelasan.
Seorang wartawan yang hadir mengungkapkan kekesalannya. “Sejak sore kami sudah mengisi absensi dan diminta menunggu. Sampai malam masih belum ada kepastian. Padahal sebagian besar rekan-rekan masih memiliki agenda peliputan lain dan keluarga yang menunggu di rumah,” ujarnya.
Penantian panjang ini berdampak pada kehidupan pribadi para wartawan. Banyak yang menerima telepon dari istri atau anggota keluarga yang menanyakan kepulangan. Ada yang harus menemani keluarga, menjemput anak, atau sekadar makan malam bersama.
Meski demikian, para jurnalis tetap bersikap profesional dengan bertahan di lokasi. Mereka berharap kemitraan antara kepolisian dan pers tidak hanya terjalin saat kebutuhan publikasi, tetapi juga diwujudkan dalam komunikasi yang baik dan penghargaan terhadap waktu.
Media memiliki peran penting dalam menyampaikan keberhasilan pengungkapan kasus kepada masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi pasca kegiatan resmi perlu dilakukan lebih efektif agar tidak menimbulkan kesan bahwa wartawan hanya dibutuhkan saat acara berlangsung.
Peristiwa ini menjadi perhatian di kalangan awak media. Mereka berharap Bidang Humas Polda Jatim mengevaluasi mekanisme pelayanan dan komunikasi kepada wartawan, sehingga sinergi yang terjalin baik dapat terus terjaga dengan saling menghormati waktu dan profesi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Humas Polda Jatim mengenai alasan belasan wartawan harus menunggu tanpa kepastian, sementara keluarga di rumah masih menanti kepulangan para jurnalis yang menjalankan tugas untuk memenuhi hak publik atas informasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan