Polisi Periksa Keanu Agl dan Awkarin dalam Kasus Penipuan Travel Umrah Hanania

Media Kampung – Polda Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan penipuan yang dilakukan PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group terkait penyelenggaraan perjalanan umrah. Dalam proses penyidikan, polisi berencana memanggil sejumlah selebgram dan influencer, termasuk Keanu Agl dan Awkarin, yang pernah menerima endorse dari Hanania Group untuk promosi paket umrah.

Penahanan Direktur Utama Hanania Group

Direktur Utama Hanania Group berinisial ASF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 29 Mei 2026. ASF diduga melakukan penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus ini. Polda Metro Jaya menerima dua laporan resmi terkait kasus tersebut, salah satunya melibatkan sekitar 128 korban dengan total kerugian mencapai Rp 12,145 miliar.

Kerugian dan Laporan Korban

Laporan pertama diajukan oleh pelapor berinisial JSP yang melaporkan kerugian besar akibat praktik penipuan ini. Sedangkan laporan kedua dari NN melibatkan dua calon jemaah yang gagal berangkat meskipun telah membayar paket umrah sekitar Rp 78,8 juta.

Peran Influencer dan Selebgram

Kombes Pol Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa dana dari Hanania Group sebagian digunakan untuk membayar influencer sebagai bagian dari strategi pemasaran. Oleh karena itu, pihak kepolisian akan mendalami keterlibatan para influencer dalam promosi paket umrah tersebut, termasuk Keanu Agl, Awkarin, dan Dara Arafah yang pernah menjalani ibadah umrah bersama travel ini pada tahun 2024.

Video dan unggahan di akun TikTok Hanania Tour Travel memperlihatkan ketiga selebriti tersebut menjalani ibadah umrah serta mempromosikan layanan travel umrah Hanania.

Langkah Polisi Selanjutnya

Polisi akan mengambil keterangan dari para influencer yang diduga terlibat dalam pemasaran paket umrah dari Hanania Group. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap skema penggunaan dana yang diduga menyimpang serta memperjelas peran mereka dalam kasus penipuan ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan dana besar dan merugikan banyak calon jemaah umrah, sekaligus menguak praktik endorse yang berpotensi menimbulkan kerugian konsumen.

Sampai saat ini, penyidikan masih berlangsung di Polda Metro Jaya dengan fokus pada pengembangan bukti dan pemeriksaan saksi termasuk para influencer yang pernah bekerja sama dengan Hanania Group.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.