Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Namun Dipulangkan Polisi Keluarga Korban Pertanyakan Keadilan
Media Kampung – Kasus tragis yang menimpa MH (40), seorang wanita asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan masyarakat luas. Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Namun Dipulangkan Polisi Keluarga Korban Pertanyakan Keadilan menjadi isu utama yang mengemuka setelah pelaku yang diduga melakukan tindakan tersebut, EB, dipulangkan oleh aparat kepolisian setelah sempat diamankan dan diperiksa.
Peristiwa dan Penangkapan Terduga Pelaku
MH ditemukan meninggal dunia dalam kamar nomor 401 sebuah hotel di Jalan Sungai Saddang, Kota Makassar, pada Rabu, 20 Mei 2026. Sejak awal, kondisi dan sejumlah fakta di lokasi kejadian memunculkan berbagai spekulasi tentang penyebab kematiannya. Penyidikan mengarah kepada EB yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan korban.
Tim Resmob Polda Sulsel mengamankan EB di kawasan Bumi Tamalanrea Permai, Makassar, pada Jumat, 22 Mei 2026. Dalam pemeriksaan, EB mengaku mencampurkan empat butir obat asam mefenamat yang dihancurkan ke dalam air mineral yang diminum korban. Motifnya diduga berasal dari rasa cemburu.
Kepulangan Terduga Pelaku dan Reaksi Keluarga
Sikap polisi yang memutuskan memulangkan EB setelah masa penahanan 124 jam berakhir menuai kritik keras. Kanit Polrestabes Makassar, AKP Hamka, menyatakan bahwa penyidik masih membutuhkan bukti tambahan sebelum bisa menetapkan status tersangka. Barang bukti yang terkait kasus ini masih diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Keputusan polisi ini memicu pertanyaan dari keluarga korban dan publik. Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Namun Dipulangkan Polisi Keluarga Korban Pertanyakan Keadilan karena merasa keputusan tersebut berisiko terhadap kelanjutan proses hukum dan dikhawatirkan menghambat pengungkapan fakta sebenarnya.
Kejanggalan dan Fakta yang Belum Terungkap
Beberapa kejanggalan dalam kasus ini mencuat ke permukaan, antara lain CCTV di lokasi kejadian yang tidak berfungsi, sehingga rekaman aktivitas di sekitar kamar korban tidak tersedia untuk analisis. Selain itu, ada laporan mengenai keterlibatan seorang dosen yang membantu pemesanan kamar hotel melalui aplikasi, namun hingga kini identitasnya belum diungkap secara resmi. Polisi menyatakan sosok tersebut hanya membantu mengantar air minum dan tidak ada indikasi keterlibatan langsung.
Publik dan keluarga korban menilai seluruh pihak yang terkait perlu diperiksa secara menyeluruh guna mencegah spekulasi liar yang dapat merugikan proses penyelidikan.
Kritik dari Kuasa Hukum dan Harapan Keluarga Korban
Kuasa hukum keluarga korban dari LBH Macan Rakyat Indonesia, Jumadi Mansyur, SH, mengungkapkan kekecewaannya atas proses penanganan kasus ini yang dianggap tidak transparan dan penuh kejanggalan. Ia menegaskan bahwa pengakuan terduga pelaku merupakan alat bukti penting yang harus didalami dengan serius, apalagi didukung fakta lapangan lain.
Jumadi bahkan menyiapkan langkah hukum lebih lanjut jika penyelidikan tidak menunjukkan perkembangan signifikan dan meminta penyidik bekerja profesional serta independen. Keluarga korban juga mendesak agar hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan otopsi segera dirilis agar penyebab kematian MH dapat diketahui secara pasti dan proses hukum berjalan tanpa hambatan.
Respons Publik dan Harapan Keadilan
Kasus Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Namun Dipulangkan Polisi Keluarga Korban Pertanyakan Keadilan telah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet menuntut transparansi dan percepatan penyelidikan agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga. Mereka mengingatkan bahwa lambatnya pengungkapan kasus bisa menimbulkan ketidakpercayaan luas terhadap aparat kepolisian.
Saat ini, status EB masih sebagai pihak wajib lapor dan belum ditetapkan tersangka. Penyidik Polrestabes Makassar terus menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari tim forensik untuk melengkapi berkas penyidikan.
Penutup
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Namun Dipulangkan Polisi Keluarga Korban Pertanyakan Keadilan menggambarkan kompleksitas dan dinamika dalam proses penegakan hukum yang sedang berlangsung. Keluarga korban dan masyarakat menanti kejelasan dan keadilan yang seadil-adilnya. Waktu dan profesionalisme aparat penegak hukum akan menjadi kunci dalam mengungkap seluruh misteri di balik kematian MH, sehingga kasus ini tidak berakhir menjadi teka-teki yang menyisakan tanda tanya di benak publik dan keluarga korban.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan