Media Kampung, Banda Aceh — Kebiasaan menggulir layar atau scroll media sosial secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan jiwa dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak dikendalikan. Hal ini diingatkan oleh psikiater dr. Desikaliana, Sp.KJ dalam Dialog Asokaya RRI Banda Aceh, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Desikaliana, kecanduan gawai terjadi ketika seseorang sulit menghentikan penggunaan perangkat digital. Tanda-tandanya meliputi menunda tidur, makan, ibadah, hingga pekerjaan penting. “Penggunaan gadget yang terlalu lama dan sulit dikendalikan dapat mengganggu kesehatan fisik maupun jiwa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa gawai seharusnya menjadi alat bantu, bukan mengendalikan penggunanya. Desikaliana memberikan panduan durasi penggunaan gawai berdasarkan usia: anak usia nol hingga dua tahun sebaiknya tidak terpapar gawai sama sekali; anak usia tiga hingga enam tahun maksimal satu jam dengan pendampingan orang tua; dan remaja tidak lebih dari tiga jam setiap hari, diselingi istirahat untuk menjaga kesehatan mata dan konsentrasi.
Tanda kecanduan lainnya meliputi gangguan tidur, mudah marah, menurunnya prestasi belajar, gangguan konsentrasi, dan masalah hubungan sosial. Desikaliana mengimbau orang tua untuk membatasi penggunaan gawai sejak dini dan mengajak anak berinteraksi melalui permainan, membaca, atau aktivitas luar ruangan. “Gadget adalah alat untuk mencerdaskan kita, bukan mengendalikan kita,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi secara bijak untuk belajar dan berkarya. Pengendalian penggunaan gawai menjadi langkah penting menjaga kesehatan mental di era digital.






















Tinggalkan Balasan