Media Kampung, Palembang — Pola makan sehat menjadi faktor penting dalam upaya menurunkan risiko kanker. Selain faktor genetik, kebiasaan mengonsumsi makanan sehari-hari berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jangka panjang.

Nutrisionis Ahli Muda Instalasi Gizi RSMH Palembang, Widiastuti, mengatakan pola makan kerap menjadi perhatian dalam pencegahan kanker. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat berdampak pada kesehatan jika tidak diimbangi pola hidup sehat.

“Kanker itu memang banyak faktor penyebabnya, tetapi yang paling besar dipengaruhi pola hidup,” ujarnya dalam Dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Palembang, Jumat, 10 Juli 2026.

Widiastuti menjelaskan, masyarakat saat ini cenderung memilih makanan praktis dan mengikuti tren tanpa memperhatikan kandungan gizi. Kondisi ini banyak ditemukan pada kalangan pekerja dan generasi muda yang gemar mengonsumsi makanan dan minuman instan.

Ia menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan cepat saji, makanan olahan, gorengan, dan minuman tinggi gula. Makanan yang dibakar hingga gosong juga sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dampak pola makan tidak sehat umumnya tidak muncul secara langsung. Risiko penyakit, termasuk kanker, terbentuk dari akumulasi kebiasaan dalam waktu lama.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin, mineral, serta antioksidan. Brokoli dan kembang kol disebut sebagai contoh sayuran yang baik karena mengandung senyawa yang membantu melindungi tubuh dari pertumbuhan sel kanker.

Widiastuti juga mengajak masyarakat menerapkan pola makan gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku. Selain itu, penting untuk membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta lebih teliti membaca informasi pada label kemasan sebelum membeli produk pangan.