Media Kampung, Meulaboh — Memiliki umur panjang adalah harapan banyak orang. Selain faktor genetik, pola makan memegang peran penting. Beberapa jenis makanan diketahui dapat membantu memperpanjang usia karena kandungan antioksidan, antiradang, dan antikarsinogenik di dalamnya.

Berikut tujuh makanan yang disarankan untuk dikonsumsi secara rutin:

1. Bawang-Bawangan

Bawang merah, bawang bombay, dan anggota keluarga bawang lainnya kaya akan quercetin, antioksidan yang melindungi sel dari penuaan. Sebuah penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa konsumsi bawang secara teratur dapat membantu kesehatan jantung, mengatur gula darah, dan menurunkan risiko kanker.

2. Minyak Zaitun

Minyak zaitun mengandung lemak sehat dan antioksidan tinggi. Studi dari American College of Cardiology pada 2022 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari setengah sendok makan minyak zaitun per hari memiliki risiko kematian 19% lebih rendah.

3. Biji-Bijian Utuh

Biji-bijian utuh seperti gandum, oat, dan beras merah kaya serat dan nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 2,4 ons biji-bijian utuh per hari (setara 1,5 potong roti gandum) dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini.

4. Kacang-Kacangan

Kacang almond, kacang tanah, hazelnut, dan pistachio merupakan sumber lemak tak jenuh, serat, dan antioksidan. Konsumsi rutin kacang-kacangan dapat meningkatkan kesehatan jantung, mengontrol berat badan, dan berkontribusi pada umur panjang.

5. Sayuran dan Buah-Buahan

Data Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata konsumsi buah masyarakat Indonesia baru 81,14 gram per hari pada 2021, masih jauh dari rekomendasi WHO. Padahal, penelitian di National Library of Medicine (2022) menyebutkan bahwa konsumsi sayur dan buah yang tinggi menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan kanker.

6. Kurangi Daging-dagingan

Meskipun daging mengandung nutrisi penting, konsumsi berlebihan—terutama daging merah dan olahan—meningkatkan risiko penyakit jantung karena lemak hewani. Studi di National Library of Medicine (2016) mencatat bahwa populasi dengan usia terpanjang di Okinawa (Jepang) dan Ikaria (Yunani) mengonsumsi daging dalam jumlah sedikit.

7. Teh Hijau

Teh hijau kaya akan antioksidan. Berbagai penelitian mengaitkan konsumsi teh hijau dengan penurunan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, Alzheimer, dan obesitas. Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa mereka yang rutin minum teh hijau memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan stroke yang lebih rendah.

Mengadopsi pola makan sehat dengan memperbanyak makanan nabati dan mengurangi makanan olahan dapat menjadi langkah awal untuk hidup lebih panjang dan berkualitas.