Media Kampung – Setelah menyantap hidangan daging saat perayaan Iduladha, tidak sedikit orang yang mengalami perut begah dan rasa berat. Kondisi ini dapat diatasi dengan memilih jenis teh yang tepat untuk membantu proses pencernaan.

Teh Pu’er, teh fermentasi khas Tiongkok, menjadi salah satu pilihan efektif karena kemampuannya memecah lemak, sehingga cocok dikonsumsi setelah makanan berlemak tinggi. Selain itu, teh Oolong juga direkomendasikan karena dapat menyeimbangkan rasa makanan berat dan membantu pencernaan protein tanpa membebani lambung.

Bagi yang merasa tubuh menjadi “panas” setelah mengonsumsi daging, teh herbal Chrysanthemum dapat menjadi alternatif. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, daging dianggap sebagai makanan yang bersifat menghangatkan, sedangkan teh krisan berfungsi mendinginkan dan menyeimbangkan kondisi tubuh, sehingga mengurangi rasa tidak nyaman.

Namun, konsumsi teh juga harus diperhatikan. Disarankan untuk tidak langsung minum teh setelah makan daging karena dapat mengganggu penyerapan protein dan zat besi. Idealnya, teh diminum sekitar 45 hingga 60 menit setelah makan dan dalam kondisi hangat agar lebih mendukung kerja sistem pencernaan dalam memecah lemak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.