Media Kampung – Dua gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) telah menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai 4.300 lainnya. Di tengah kehancuran, sebuah momen haru terjadi ketika seorang wanita berhasil ditarik hidup-hidup dari reruntuhan bangunan di La Guaira, salah satu wilayah terdampak paling parah.

Wanita bernama Graciela Mora itu ditemukan di bawah puing-puing gedung yang runtuh. Ia selamat dengan luka-luka, termasuk jari patah, namun seorang teman yang bersamanya saat kejadian meninggal dunia. Dalam kesaksiannya kepada Associated Press, Mora mengaku memegang tangan temannya selama menunggu pertolongan agar ia tidak meninggal sendirian. Momen penyelamatannya terekam kamera dan menjadi simbol harapan di tengah bencana.

Gempa kedua yang berkekuatan 7,5 tercatat sebagai gempa terkuat yang melanda Venezuela sejak 1900. Guncangan terjadi hanya berselang satu menit dari gempa pertama, menyebabkan kerusakan masif di Caracas dan negara bagian La Guaira. Ribuan bangunan runtuh, bandara internasional utama ditutup, dan banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, telah mendeklarasikan status darurat. Tim penyelamat dari berbagai negara, termasuk Chili, Republik Dominika, El Salvador, Meksiko, Swiss, dan India, mulai berdatangan untuk membantu pencarian korban selamat. Organisasi Anjing Pencari dan Penyelamat Internasional (IRO) juga mengirimkan enam tim anjing pelacak untuk mendukung operasi.

India meluncurkan ‘Operasi Amistad’ dengan mengirimkan dua pesawat C-17 Angkatan Udara India yang membawa rumah sakit lapangan dan lebih dari 35 ton bantuan, termasuk obat-obatan dan dua BHISHM Cubes untuk dukungan medis darurat. Sementara itu, Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan pengiriman tim pencari dan penyelamat.

Dokter di La Guaira melaporkan bahwa dua rumah sakit utama di negara bagian tersebut kewalahan dan kekurangan pasokan medis secara kritis. Banyak korban masih terperangkap di bawah reruntuhan, dan suara minta tolong masih terdengar dari tumpukan puing. Tim penyelamat terus bekerja keras sebelum jendela emas 72 jam berakhir, meskipun para ahli menegaskan selalu ada harapan untuk menemukan korban selamat setelah beberapa hari.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.