Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi pukul 04.58.24 WIB, mengakibatkan 38 orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi secara mandiri. Data ini disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dampak Korban dan Kerusakan
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 38 korban meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 luka ringan akibat gempa tersebut. Sekitar 2.000 jiwa melaporkan mengungsi secara mandiri untuk menghindari potensi bahaya susulan.
Kerusakan signifikan terjadi di Kabupaten Manggarai, salah satu wilayah terdampak utama. Sebanyak 29 unit rumah mengalami kerusakan berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga rusak. Kabupaten Manggarai Timur melaporkan 23 unit rumah rusak berat.
Di Kabupaten Nagekeo, kerusakan meliputi dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan, dengan tambahan dua fasilitas ibadah rusak ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak. Arus lalu lintas dilaporkan macet dan listrik masih padam di wilayah ini.
Korban meninggal juga dilaporkan di beberapa kabupaten lain, yakni tiga di Kabupaten Sikka, enam di Kabupaten Manggarai, dan lima di Kabupaten Manggarai Timur. Luka berat dan ringan juga tersebar di wilayah-wilayah tersebut.
Lokasi dan Kronologi Gempa
Gempa utama berpusat di laut pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, dan Kota Bima. Gempa ini juga terasa di beberapa wilayah Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.
Peringatan Dini Tsunami dan Gempa Susulan
Gempa ini sempat memicu peringatan dini tsunami. BPBD bersama unsur terkait mengarahkan evakuasi warga pesisir ke tempat yang lebih tinggi dan aman sebagai langkah antisipasi. Berdasarkan observasi tinggi muka laut, tidak ditemukan kenaikan muka air laut yang signifikan atau berbahaya. BMKG menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.
Pasca gempa utama, tercatat sedikitnya empat gempa susulan dengan magnitudo antara 5,5 hingga 6,2, yang semuanya tidak berpotensi tsunami.
Upaya Penanganan dan Bantuan
TNI telah mengerahkan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mempercepat penanganan bencana dan distribusi bantuan logistik. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan bahwa pesawat Hercules dan kapal KRI digunakan untuk mobilisasi bantuan dan personel sesuai kebutuhan di lapangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan korban gempa mendapatkan bantuan yang cepat dan tepat serta memulihkan kondisi di wilayah terdampak secepat mungkin.















Tinggalkan Balasan