Media Kampung – Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara dan bertemu langsung dengan pemimpin Kim Jong-un di Pyongyang pada Senin, 8 Juni 2026. Pertemuan Xi Jinping dan Kim Jong-un berlangsung hangat dan menghasilkan empat kesepahaman strategis yang memperkuat komitmen kedua negara untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam lawatan luar negeri pertamanya pada tahun 2026, Xi menegaskan bahwa persahabatan tradisional antara China dan Korea Utara tidak akan berubah terlepas dari dinamika internasional. Kim menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebut hubungan dengan China sebagai pilihan strategis yang tidak berubah bagi Pyongyang.
Empat Hasil Utama Pertemuan
Pertama, kedua pemimpin sepakat memperkuat komunikasi dan kepercayaan politik. Xi menekankan pentingnya pertukaran langsung antara para pemimpin sebagai fondasi utama hubungan bilateral. Kedua negara akan mempertahankan pertukaran tingkat tinggi dan memperluas komunikasi antarlembaga partai dan pemerintahan.
Kedua, kerja sama ekonomi diperluas dengan fokus pada sektor perdagangan, pertanian, konstruksi, kesehatan, serta sains dan teknologi. Xi mendorong pembukaan kembali perbatasan dan peningkatan mobilitas masyarakat melalui layanan transportasi lintas negara.
Ketiga, hubungan antarmasyarakat dipererat melalui pertukaran budaya dan pendidikan sejarah bagi generasi muda. Kedua negara akan merawat situs peringatan Tentara Sukarelawan Rakyat China di Korea Utara serta memperkuat nilai-nilai revolusioner.
Keempat, koordinasi strategis dan keamanan ditingkatkan, termasuk di bidang diplomasi, penegakan hukum, dan militer. Xi menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di tengah dinamika kawasan. Kim kembali menegaskan dukungan Korea Utara terhadap prinsip Satu China, termasuk posisi Beijing terkait Taiwan.
Kunjungan Xi ini merupakan lawatan pertamanya ke Korea Utara sejak 2019 dan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya pada 2026. Dalam pernyataannya kepada media Korea Utara, Xi menyebut hubungan Beijing dan Pyongyang memasuki fase awal sejarah baru. Ia juga menyerukan perlawanan terhadap hegemoni dan segala upaya yang membahayakan keamanan regional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan