Pernyataan Kepala HAM PBB

Media Kampung – Dalam konferensi pers yang digelar di Jenewa pada Jumat, 29 Mei 2026, Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa‑Bangsa, Volker Türk, menegaskan kembali bahwa PBB Peringatkan Eskalasi Berbahaya Rusia-Ukraina, Desak Kembali ke Meja Perunding. Ia menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan melanjutkan proses negosiasi demi menghentikan penderitaan warga sipil yang terus meningkat.

Data Korban Sipil Tahun 2026

Menurut data resmi PBB, sejak Januari hingga April 2026 tercatat 815 warga sipil tewas dan 4.174 luka-luka. Angka ini menunjukkan lonjakan sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, ketika tercatat 682 korban jiwa dan 3.453 korban luka. Sebagian besar korban berada di wilayah yang berada di bawah kendali pemerintah Ukraina, namun serangan lintas batas juga menimbulkan korban di daerah yang dikuasai Rusia.

Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional

Türk menekankan bahwa hukum humaniter internasional mengikat semua pihak dalam konflik. “Hukum humaniter internasional menuntut agar pihak‑pihak dalam konflik mengambil semua tindakan pencegahan yang memungkinkan untuk menghindari jatuhnya korban sipil‑ini bukan sekadar saran atau rekomendasi, tetapi kewajiban yang mengikat dan membawa tanggung jawab hukum bagi pihak yang terlibat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelanggaran terhadap pekerja kemanusiaan dan fasilitas bantuan harus diselidiki secara independen, mengingat serangan terhadap mereka menghambat upaya bantuan kepada penduduk yang membutuhkan.

Ancaman Peningkatan Serangan

Dalam pernyataannya, Türk menyinggung ancaman dari pejabat Rusia yang mengindikasikan kemungkinan peningkatan serangan ke Kyiv setelah serangkaian serangan terbaru. Di sisi lain, Turki juga menyoroti bahwa operasi militer Ukraina telah menyebabkan korban di wilayah Rusia, menambah kompleksitas situasi di front.

Seruan Kembali ke Meja Perundingan

Menutup konferensi, Türk kembali menekankan bahwa PBB Peringatkan Eskalasi Berbahaya Rusia-Ukraina, Desak Kembali ke Meja Perunding dan menuntut kedua belah pihak untuk segera kembali ke dialog. Ia menuntut investigasi cepat, independen, dan efektif untuk memastikan akuntabilitas atas semua kematian dan luka‑luka sipil.

Dengan meningkatnya tekanan internasional, harapan kini terletak pada kemampuan diplomatik untuk menurunkan ketegangan sebelum angka korban sipil terus melambung. Jika tidak, konsekuensi kemanusiaan dapat melampaui apa yang saat ini sudah tampak sebagai tragedi berkepanjangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.