Media Kampung – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya telah tiba dengan selamat di tanah air. Mereka mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu sore, 24 Mei 2026, setelah melalui perjalanan panjang yang melibatkan evakuasi dan pemeriksaan kesehatan di Turki.

Para relawan kemanusiaan ini diculik oleh militer Israel saat berusaha mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza, Palestina. Penahanan mereka memicu kecaman luas karena dinilai melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bergerak cepat melakukan koordinasi dan negosiasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir, guna memastikan keselamatan dan pemulangan WNI tersebut.

Kepulangan para WNI dimulai dari Istanbul, Turki, pada Sabtu malam dan dilanjutkan penerbangan menuju Jakarta melalui Dubai. Mereka tiba di tanah air pada pukul 15.30 WIB dan disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Dalam konferensi pers, Menlu Sugiono menyampaikan rasa syukur atas keselamatan para aktivis kemanusiaan dan mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proses pembebasan tersebut.

“Hari ini kita kedatangan teman-teman dari aktivis kemanusiaan yang sebelumnya ditahan oleh militer Israel, dan mereka sudah dalam kondisi selamat,” ujar Sugiono. Ia juga menegaskan kecaman pemerintah Indonesia terhadap tindakan kekerasan yang dialami para WNI saat penyergapan kapal konvoi Global Sumud Flotilla 2.0. Menurutnya, perlakuan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Selama penahanan, para relawan menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, dan pengambilan testimoni di Istanbul sebagai bagian dari upaya investigasi atas dugaan kekerasan yang dialami. Keluarga para WNI menyambut dengan haru kedatangan mereka di tanah air setelah beberapa hari cemas menanti kabar. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melindungi warganya di luar negeri dan mengutuk keras segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

Insiden ini juga menjadi sorotan di tingkat internasional, terutama dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menteri Luar Negeri Sugiono dijadwalkan untuk menghadiri debat terbuka di PBB guna menyampaikan sikap Indonesia terkait kasus tersebut. Pemerintah menilai tindakan Israel dapat memperburuk ketegangan di wilayah tersebut dan mengganggu stabilitas global.

Kepulangan sembilan WNI ini sekaligus menandai berakhirnya masa penahanan yang penuh ketegangan dan menjadi bukti keberhasilan diplomasi lintas negara dalam melindungi warga negara Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di mancanegara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.