Media Kampung – Sembilan Warga Negara Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla akan menjalani visum dan pemeriksaan kesehatan setibanya di Tanah Air. Proses ini dilakukan setelah mereka sempat ditahan oleh militer Israel saat berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Saat ini, para relawan tersebut sudah berada di Istanbul, Turki, setelah dibebaskan oleh otoritas Israel pada tanggal 21 Mei 2026. Pemerintah Indonesia berupaya mempercepat pemulangan mereka agar bisa segera kembali ke tanah air.
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dan visum bertujuan untuk memastikan kondisi fisik dan mental para relawan setelah penahanan tersebut. Selain itu, langkah ini juga penting untuk mendokumentasikan kemungkinan kekerasan yang dialami oleh mereka selama ditahan.
Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal RI di Istanbul terus memberikan dukungan kepada para relawan. Proses administrasi dan pemulangan mereka dikawal oleh perwakilan Indonesia di Turki agar berjalan lancar.
Para WNI tersebut ditahan setelah kapal Global Sumud Flotilla dicegat oleh militer Israel di perairan internasional pada 19 Mei 2026. Mereka berpartisipasi bersama ratusan relawan internasional lainnya dalam misi pengiriman bantuan logistik dan obat-obatan bagi warga sipil Gaza.
Insiden penahanan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak di seluruh dunia dan mendorong upaya diplomatik dari banyak negara, termasuk Indonesia dan Turki. Setelah dibebaskan, para relawan dideportasi ke Istanbul sebelum akhirnya dipulangkan ke negara asal mereka masing-masing.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan kesehatan para relawan adalah prioritas utama hingga mereka tiba di Indonesia. Dijadwalkan, sembilan WNI tersebut akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada sore hari tanggal 24 Mei 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan