Media Kampung, Mick Jagger dan Keith Richards, personel Rolling Stones, angkat bicara mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam musik. Dalam wawancara terbaru dengan Billboard, kedua musisi legendaris itu menyatakan keberatan jika AI digunakan untuk meniru suara atau gaya bermusik mereka tanpa izin. Namun, mereka membuka pintu bagi pemanfaatan AI untuk menciptakan karya orisinal.
Jagger menegaskan bahwa dirinya dan band tidak ingin ditiru oleh AI, baik secara vokal maupun instrumental. “Saya tidak ingin orang lain membuat konten yang terdengar persis seperti Rolling Stones. Itu jelas salah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika seseorang ingin membuat musik dengan bantuan AI, hasilnya harus orisinal dan memiliki pemikiran sendiri. “Jika Anda seorang kreatif, Anda tidak akan melakukan itu,” tegasnya.
Richards sependapat. “Saya lebih suka mendengar sesuatu yang orisinal. Musik bisa melakukan yang lebih baik daripada sekadar meniru dirinya sendiri. Ini bukan Beethoven atau Bach, dan saya yakin AI bisa melakukannya, tapi lalu kenapa? Kami ingin masukan baru, bukan tiruan terus-menerus,” katanya.
Meski menolak AI untuk meniru, Rolling Stones ternyata menggunakan teknologi deepfake—yang terkait dengan AI—dalam video klip lagu “In the Stars” dari album terbaru mereka, Foreign Tongues. Dalam video tersebut, wajah Jagger, Richards, dan Ronnie Wood disuperimposisikan ke aktor yang memerankan mereka di masa muda. “Kami bersenang-senang dengan itu. Wajahnya saja yang berbeda, sisanya asli,” kata Jagger. Richards menambahkan, “Saya bilang, ‘Bagus. Saya berharap saya terlihat seperti itu sekarang.’ Mungkin itu yang bagus dari AI—untuk video musik. Tempatkan pada tempatnya.”
Dalam wawancara yang sama, Jagger juga berkomentar tentang musik rock Olivia Rodrigo, yang menurutnya bagus dalam genre tersebut. “Dia benar-benar bagus di rock. Banyak yang mengira dia penyanyi pop, tapi dia mampu bertransisi. Menarik melihat perubahan gaya dari yang semula dianggap pop cewek,” ujarnya.























Tinggalkan Balasan