Media Kampung – The Pokémon Company memproduksi lebih dari 10 miliar kartu Pokémon pada tahun lalu, menambah total produksi menjadi 85 miliar kartu sejak awal. Angka produksi ini lebih besar dari jumlah penduduk dunia, namun stok kartu Pokémon tetap langka dan sulit ditemukan di pasaran.

Masalah kelangkaan ini diperparah oleh praktik penimbunan dan scalping yang marak terjadi. Setiap kali ada peluncuran kartu baru, kartu tersebut cepat habis terjual dan sering menimbulkan keributan di toko-toko.

Popularitas kartu Pokémon, terutama varian langka, juga memicu banyak kasus pencurian di Amerika Serikat. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi puluhan insiden pencurian besar-besaran di toko kartu perdagangan di berbagai wilayah AS.

Salah satu contoh terbaru adalah penangkapan seorang pria di Florida yang menggunakan gergaji rantai bertenaga baterai untuk mencuri kartu Pokémon senilai 12.000 dolar AS. Di California, seorang penggemar Pokémon ditangkap setelah bersembunyi di dalam toko Best Buy yang sudah tutup demi mendapatkan kartu baru.

Kasus kekerasan juga terjadi, seperti perampokan bersenjata di sebuah toko kartu di Manhattan yang menyebabkan kerugian sekitar 100.000 dolar AS. Kejadian-kejadian ini menunjukkan betapa tingginya permintaan dan nilai jual kartu Pokémon di pasar saat ini.

Data produksi terbaru ini dirilis melalui halaman resmi The Pokémon Company yang memperbarui berbagai pencapaian penjualan franchise hingga akhir Maret 2026. Selain kartu, penjualan perangkat lunak Pokémon juga terus kuat dengan lebih dari 515 juta unit dikirim ke seluruh dunia.

Meski produksi kartu mencapai milyaran, permintaan yang sangat tinggi dan praktik scalping membuat para penggemar masih kesulitan mendapatkan kartu idaman mereka. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi The Pokémon Company untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.