Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat program elektrifikasi lintas rel sebagai langkah strategis untuk mengurangi polusi udara nasional. Langkah ini bertujuan mendorong perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke moda transportasi kereta yang lebih ramah lingkungan.

Vice President of Sustainability PT KAI Tria Mutiari Meilan menegaskan bahwa akselerasi migrasi dari jalan raya ke moda rel merupakan cara tercepat dan paling efisien untuk menurunkan beban emisi sektor transportasi. Menurutnya, peningkatan penggunaan kereta api akan secara otomatis mengurangi emisi dari subsektor transportasi lainnya. Kereta bertenaga baterai atau listrik juga terbukti mampu meminimalkan polusi suara di sekitar jalur rel.

Diskusi mengenai modernisasi jalur rel ramah lingkungan digelar di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Tria menambahkan bahwa peralihan sarana transportasi darat dapat menghemat kapasitas tampung penumpang secara efisien, serta mendukung keberlanjutan program pengurangan emisi karbon nasional.

Koordinator Kelompok Evaluasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Andi Guntur Asapa memproyeksikan pemerataan jaringan elektrifikasi dalam jangka panjang. Fokus pengembangan diarahkan pada kawasan padat di luar perkotaan, sementara untuk antarkota direncanakan lebih panjang, seperti elektrifikasi lintas utara dan selatan yang ditargetkan pada 2045 dan seterusnya. Andi juga menyoroti pengalihan angkutan logistik berbasis rel yang mampu mengurangi beban jalan raya nasional dan meminimalkan risiko kerusakan aspal akibat muatan berlebih.

Perwakilan UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) Indonesia, Cesar, turut mendampingi program dekarbonisasi. Ia menyebut sektor transportasi menyumbang setidaknya 12 persen dari total emisi nasional. UK PACT membantu Kemenhub dan PPTB dalam menyusun peta jalan dekarbonisasi transportasi, khususnya untuk transportasi rendah emisi. Program ini juga menyasar perbaikan integrasi fisik stasiun dengan sarana angkutan pengumpan guna mendukung pergeseran gaya hidup masyarakat menuju transportasi publik yang didukung sarana prasarana memadai.

Implementasi proyek elektrifikasi lintas kereta diyakini akan mempercepat pemulihan kualitas udara bersih di perkotaan Indonesia. Sinergi lintas sektoral terus didorong untuk mewujudkan target pengurangan emisi karbon nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.