Media Kampung – Pagu Indikatif Kemenperin 2027 turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pagu indikatif Kementerian Perindustrian tahun 2027 sebesar Rp2,01 triliun, turun Rp488,16 miliar atau 19,5 persen dari pagu awal tahun 2026. Penurunan ini dinilai menjadi tantangan karena ruang anggaran untuk program nonoperasional semakin terbatas.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026, Agus menjelaskan bahwa belanja nonoperasional merupakan komponen penting untuk mendukung program prioritas dan peningkatan daya saing industri nasional. Ia menekankan bahwa peningkatan belanja operasional dasar membuat ruang anggaran untuk program prioritas semakin sempit.
Agus memaparkan bahwa pagu indikatif Kemenperin 2027 terdiri dari belanja pegawai, operasional, dan nonoperasional. Belanja nonoperasional dibutuhkan untuk mendukung agenda strategis seperti hilirisasi industri, penguatan IKM, pengembangan SDM industri, serta transformasi industri nasional berkelanjutan. Tanpa alokasi yang cukup, program-program tersebut terancam terhambat.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun pada 2027. Tambahan ini akan digunakan untuk memperkuat program prioritas yang berdampak langsung pada produktivitas dan daya saing industri nasional. Agus merinci bahwa dana tambahan akan dialokasikan untuk restrukturisasi mesin dan peralatan industri, fasilitasi pengembangan IKM, dan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.
Selain itu, Kemenperin menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan sebesar 7,75 persen dan kontribusi ekspor nonmigas mencapai 75,10 persen pada 2027. Agus berharap dukungan dari Komisi VII DPR agar usulan tambahan anggaran dapat direalisasikan, sehingga target pembangunan industri nasional dapat tercapai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




