Media Kampung – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memunculkan kekhawatiran potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Cianjur. Namun, hingga saat ini serikat pekerja belum menemukan indikasi PHK massal di berbagai sektor industri.
Wakil Ketua Umum Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) FSPMI KSPI Cianjur, Asep Saepul Malik, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi ketenagakerjaan di berbagai daerah untuk mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi. “Kalau melihat situasi sampai hari ini, belum ada kejadian yang masif terkait gelombang PHK. Memang isu dan kekhawatiran itu ada, tetapi berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan ke sejumlah daerah, belum ditemukan laporan PHK besar-besaran,” ujarnya pada 8 Juni 2026.
FSPMI secara rutin melakukan kunjungan ke wilayah industri seperti Tegal, Pemalang, Lampung, dan beberapa daerah di Jawa Timur. Meski belum ada PHK massal, Asep mengakui kondisi ekonomi global dan dinamika geopolitik tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi stabilitas industri nasional.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah pusat bersama serikat pekerja dan pemangku kepentingan lainnya akan membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) dalam waktu dekat. “Dalam satu hingga dua minggu ke depan akan dibentuk Satgas PHK yang dipimpin langsung oleh Menteri Sekretaris Negara. Ini merupakan salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di sektor ketenagakerjaan,” jelas Asep.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan