Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada akhir sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 25 Mei 2026. IHSG mencatat kenaikan sebesar 44,3 poin atau setara dengan 0,72 persen, yang membawa indeks ke posisi 6.206,34.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sudah menunjukkan tren positif dengan level pembukaan di angka 6.187,65. Sepanjang hari, indeks sempat mencapai titik tertinggi di level 6.239,59, sementara posisi terendah tercatat berada di angka 6.124,57. Penguatan ini juga didukung oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung.

Transaksi perdagangan saham pada hari tersebut mencapai nilai total Rp16,78 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 27,4 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi juga cukup tinggi, melampaui angka 2,05 juta kali. Dari jumlah saham yang diperdagangkan, sebanyak 470 saham mengalami penguatan, 236 saham melemah, dan 114 saham lainnya stagnan.

Pengamat Pasar Modal, Hendra Wardana, memberikan pandangan bahwa meskipun IHSG menunjukkan penguatan, indeks masih berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut sebelum membentuk rebound yang lebih stabil. Ia menilai bahwa area psikologis di level 6.000 menjadi titik penting yang harus diperhatikan para pelaku pasar. Menurut Hendra, kondisi pasar saat ini lebih menyerupai fase pembentukan dasar pasar atau bottoming process, yang biasanya ditandai dengan volatilitas tinggi dan pergerakan indeks yang masih fluktuatif.

Hendra juga menyoroti peningkatan jumlah investor ritel domestik yang dinilai dapat memberikan dukungan bagi pergerakan IHSG dalam jangka menengah. Beberapa saham yang mulai menarik perhatian investor antara lain IMPC, UNVR, ULTJ, dan SCMA. Faktor-faktor seperti stabilitas nilai tukar rupiah, penurunan ketegangan geopolitik, konsistensi kebijakan pemerintah, serta perbaikan kinerja emiten pada semester kedua 2026 dianggap menjadi pendorong utama untuk saham-saham tersebut.

Dengan kondisi pasar yang masih dalam proses konsolidasi ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap fluktuasi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. Namun demikian, adanya sentimen positif dari faktor fundamental dan kebijakan makroekonomi memberi peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan secara bertahap.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG di level 6.206 pada penutupan perdagangan hari ini mencerminkan optimisme yang mulai tumbuh di pasar modal Indonesia, meskipun tantangan volatilitas dan koreksi masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.