Media Kampung – 14 April 2026 | Pemkab Nganjuk mencatat total investasi masuk sebesar Rp 1,6 triliun pada tahun 2025, menandakan pergeseran ekonomi dari pertanian ke sektor industri dan perdagangan.

Acara promosi investasi diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2024, di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Nganjuk, dan dihadiri oleh pejabat daerah serta calon investor.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menyampaikan bahwa angka investasi tersebut merupakan bukti nyata transformasi struktural wilayah.

Ia menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penyederhanaan birokrasi dan layanan investasi yang terpadu.

Forum bisnis yang digabungkan dengan sesi one‑on‑one meeting dirancang untuk memberikan solusi cepat terkait regulasi dan tata ruang.

Plt. Kepala DPMPTSP, Samsul Huda, menambahkan bahwa forum ini bertujuan mengatasi hambatan administratif pasca berlakunya PP No.28 Tahun 2025.

Ia menegaskan kesiapan pemerintah menyediakan layanan “karpet merah” demi kelancaran proses perizinan.

Data investasi mencakup proyek manufaktur, agroindustri, serta perdagangan ritel yang menuntut tenaga kerja terampil.

Pemerintah daerah berjanji memfasilitasi seluruh OPD untuk memenuhi kebutuhan investor, mulai dari perizinan hingga infrastruktur pendukung.

Trihandy Cahyo Saputro menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Ia mengajak pengusaha untuk memprioritaskan tenaga kerja putra daerah serta berkolaborasi dalam program CSR yang terarah.

Pengadaan BPJS Ketenagakerjaan turut diprioritaskan untuk menjamin perlindungan sosial bagi pekerja di perusahaan baru.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja sekaligus menurunkan tingkat pengangguran di Nganjuk.

PP No.28 Tahun 2025, yang mengatur kemudahan perizinan berusaha, menjadi landasan hukum bagi peluncuran layanan karpet merah.

Penerapan regulasi tersebut diharapkan mengurangi waktu proses izin dari beberapa bulan menjadi hitungan hari.

Dalam konteks regional, Nganjuk berada di jalur strategis antara Surabaya dan Malang, memperkuat potensi logistiknya.

Lokasi geografis ini menjadi nilai tambah bagi investor yang mengincar pasar Jawa Timur.

Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan industri seluas 150 hektar dengan infrastruktur dasar lengkap.

Penyediaan fasilitas listrik, air, dan jaringan transportasi menjadi bagian dari paket investasi yang ditawarkan.

Pengembangan zona industri tersebut diharapkan dapat menarik perusahaan manufaktur skala menengah hingga besar.

Para investor yang hadir dalam forum melaporkan minat kuat untuk menanam modal di sektor pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

Strategi diversifikasi ini selaras dengan upaya mengurangi ketergantungan pada komoditas pertanian tradisional.

Trihandy menegaskan bahwa diversifikasi ekonomi akan meningkatkan ketahanan fiskal daerah serta memperluas basis pajak.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam merealisasikan target industri.

Pemerintah daerah berjanji mengoptimalkan tata ruang wilayah agar tidak terjadi konflik lahan antara pertanian dan industri.

Koordinasi lintas OPD, termasuk Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian, sedang dilakukan untuk menyeimbangkan penggunaan lahan.

Dalam penutup, Trihandy Cahyo Saputro menyatakan bahwa investasi Rp 1,6 triliun merupakan langkah awal, dan target selanjutnya adalah meningkatkan nilai investasi tahunan hingga Rp 2,5 triliun.

Ia menutup acara dengan harapan bahwa Nganjuk akan terus berkembang menjadi pusat industri yang kompetitif dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.