Media Kampung, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 1.598 gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Senin pagi pukul 07.00 waktu setempat. Gempa susulan dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2, sementara yang terkecil sebesar 1,3.
Rincian Gempa Susulan di NTT
Kepala BMKG Teuku Faishal Fathani menyampaikan bahwa dari ribuan gempa susulan tersebut, sekitar 54 di antaranya dirasakan oleh masyarakat setempat. BMKG terus memantau aktivitas gempa dan proses peluruhan gempa susulan yang diperkirakan akan berangsur menurun dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Upaya Penanganan dan Pemantauan
BMKG telah mengerahkan tim ke lokasi terdampak, dengan keberadaan tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Pulau Flores dan dua pos pemantauan di wilayah NTT. Kehadiran personel ini memungkinkan respons cepat terhadap kejadian gempa susulan. BMKG juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim SAR dalam penanganan dampak gempa.
Proses Peluruhan dan Pemulihan
Menurut BMKG, proses peluruhan gempa susulan memungkinkan upaya perbaikan bangunan yang terdampak maupun pembangunan kembali dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan hasil asesmen di lapangan. Hal ini menjadi penting dalam mendukung pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Pantauan Berkelanjutan
BMKG memastikan pemantauan aktivitas gempa susulan di NTT terus dilakukan untuk memberikan informasi terkini kepada pemerintah dan masyarakat. Hal ini bertujuan agar langkah penanggulangan bencana dan mitigasi dapat dilakukan dengan tepat dan cepat berdasarkan data valid.














Tinggalkan Balasan