Media Kampung, Singaraja – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin berkembang di sektor pariwisata. I Made Moga Karisma, Adyatama Parekraf Ahli Pertama Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, menjelaskan bahwa perkembangan AI memungkinkan wisatawan untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. AI dapat membantu menyusun itinerary dan memberikan berbagai pilihan destinasi secara lebih personal.
“Ketika kita melihat perkembangan AI, ini sifatnya lebih ke personalisasi, artinya sangat disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Misalnya, seorang backpacker dengan budget tertentu dapat meminta bantuan untuk membuat itinerary di Bali,” ujarnya.
Selain itu, pelaku UMKM di sektor pariwisata juga dapat memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi, mulai dari caption, video hingga storytelling produk. Namun, Moga menekankan bahwa materi yang dibuat harus tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya agar wisatawan tidak mendapatkan gambaran yang berlebihan.
Di sisi lain, penting untuk diingat bahwa pariwisata tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pengalaman langsung, budaya, dan kearifan lokal yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh AI. “Ketika kita berbicara tentang pariwisata, kita berbicara tentang pengalaman yang akan diceritakan. Elemen manusia dalam pengalaman tersebut tidak akan bisa digantikan oleh AI,” tambahnya.
Moga juga menekankan perlunya literasi digital dalam penggunaan AI, termasuk pentingnya melakukan cross-check informasi, menjaga keamanan data, serta memahami etika penggunaan AI dalam konteks budaya. Meskipun AI dinilai dapat menjadi alat bantu untuk perencanaan, promosi, dan membaca tren wisatawan, pengalaman langsung di destinasi tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan wisata.














