Media Kampung, Singaraja – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng akan menggelar Kejuaraan Sepakbola Bupati Cup 2026 sebagai ajang penjaringan pemain potensial untuk tim Buleleng di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung dari 11 hingga 22 Oktober 2026 di Stadion Mayor Metra, Singaraja. Sebanyak delapan klub dari tiga kasta kompetisi resmi Askab PSSI Buleleng akan ambil bagian dalam turnamen ini.
Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Bupati Cup merupakan tindak lanjut arahan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng untuk memantau dan menjaring pemain-pemain berbakat. “Setiap tahun kami menjalankan program Kejuaraan Bupati Cup ini sesuai dengan arahan dan program KONI,” ujar Suyasa.
Delapan klub yang berpartisipasi terdiri dari empat klub Liga 1 PSSI Buleleng, yaitu Amartha FC Patas, Putra Devata Pakisan, Putra Kubutambahan FC, dan Satria Muda Pengulon. Dua klub dari Liga 2, Teja Harum Tejakula dan Tunas Harapan Pengastulan, juga ikut berkompetisi, sementara dari Liga 3 ada Intan Jaya FC Celukan Bawang dan Sukla Bali FC Sumberklampok.
Suyasa menegaskan bahwa Bupati Cup menjadi barometer utama dalam proses seleksi pemain untuk tim daerah Buleleng. Dia menambahkan bahwa meskipun pemantauan juga dilakukan pada turnamen independen, kejuaraan ini menjadi ruang utama untuk menilai kemampuan pemain dari semua kasta. Keterlibatan klub Liga 2 dan Liga 3 penting agar pencarian bakat tidak hanya terfokus pada pemain dari Liga 1. “Kami tidak ingin membatasi hanya untuk Liga 1. Jangan-jangan ada pemain potensial di Liga 2 dan Liga 3 yang terlewatkan jika tidak diundang,” katanya.
Format peserta yang mempertemukan klub Liga 1 dengan juara dan runner-up Liga 2 serta Liga 3 juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pencarian pemain. Askab PSSI Buleleng percaya bahwa kemampuan teknis pemain di ketiga divisi tersebut tidak memiliki kesenjangan yang signifikan.
Selain menjaring pemain, Bupati Cup 2026 juga menjadi kesempatan untuk melihat konsistensi pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing klub internal PSSI Buleleng. Performa klub dari berbagai kasta akan memberikan gambaran mengenai proses pembinaan pemain yang telah dilaksanakan. Suyasa menambahkan bahwa jika klub Liga 1 kalah dari klub Liga 2 atau Liga 3, hal itu dapat menjadi evaluasi bagi klub kasta utama untuk memperbaiki pola pembinaannya. “Kalau nanti ada klub Liga 1 yang kalah dari klub Liga 2 atau Liga 3, itu menjadi tamparan gengsi. Artinya proses pembinaan di klub tersebut kurang kontinu,” ujarnya. Suyasa menekankan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Bupati Cup adalah menemukan bibit pemain terbaik yang dapat diproyeksikan untuk membela Buleleng di ajang Porprov Bali.














