Media Kampung, Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat tren positif ekspor komoditas hasil hutan bukan kayu, khususnya daun manggis kering dan daun ketapang. Meningkatnya permintaan dari pasar internasional menjadi sinyal bahwa komoditas nonkonvensional asal Bangka Belitung semakin memiliki daya saing di pasar global.

Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, mengatakan komoditas yang sebelumnya belum banyak dikenal kini mulai diminati pasar internasional karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. “Hingga Juni 2026, Karantina Kepulauan Bangka Belitung telah memfasilitasi ekspor sebanyak 4.471 kilogram daun manggis kering ke Inggris. Selain itu, sebanyak 826 kilogram daun ketapang kering juga telah dikirim ke Polandia, Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman,” kata Herwintarti dalam rilis yang diterima RRI, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Herwintarti, meningkatnya ekspor daun manggis dan daun ketapang menjadi bukti bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam mengembangkan komoditas nonkonvensional sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karantina, lanjutnya, akan terus mendukung upaya hilirisasi dan perluasan akses pasar ekspor melalui layanan sertifikasi dan pengawasan yang cepat, tepat, dan sesuai standar internasional. “Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi produksi, dan memperluas jaringan pemasaran ke pasar internasional sehingga semakin banyak komoditas unggulan Bangka Belitung yang mampu menembus pasar ekspor,” katanya.

Setiap komoditas yang akan diekspor wajib melalui pemeriksaan untuk memastikan terbebas dari hama dan penyakit tumbuhan serta memenuhi persyaratan negara tujuan. Pelaku UMKM Babel Eva menuturkan, pihaknya pun terus mengembangkan produk bahan baku melalui lidi Nipah. “Sekarang kita banyak buat produk menjadi berbagai barang, harapan kita bisa diterima di pasaran internasional secara berkelanjutan,” ucapnya. Sejauh ini, produk sudah dipasarkan di beberapa daerah di Indonesia untuk memenuhi aksesori hotel dan lain lain. Harapan dia, produk Babel bisa go internasional sehingga dapat meningkatkan ekonomi daerah.