Media Kampung, Bandar Lampung – Kinerja ekspor komoditas turunan kelapa sawit dari Provinsi Lampung kembali menunjukkan tren positif. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Karantina Lampung melepas pengiriman 14 ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit menuju Selandia Baru, dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp20 miliar.

Kepala Balai Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut mencerminkan semakin kuatnya daya saing komoditas perkebunan asal Lampung di pasar global. Menurutnya, pengiriman ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha daerah untuk terus memperluas jangkauan pasar internasional.

“Ekspor PKE ini menunjukkan bahwa komoditas asal Lampung mampu bersaing di pasar internasional. Kami terus berkomitmen mengawal setiap proses ekspor agar memenuhi seluruh persyaratan negara tujuan sehingga kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia semakin meningkat,” ujar Donni.

Ia menjelaskan, keberhasilan hadirnya eksportir baru juga menjadi indikator semakin terbukanya peluang bisnis komoditas perkebunan Lampung di pasar ekspor. Sistem sertifikasi dan pengawasan karantina yang diterapkan dinilai mampu memberikan jaminan bagi pelaku usaha untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan.

Menurut Donni, meningkatnya permintaan dunia terhadap bahan baku pakan ternak alternatif yang efisien membuka peluang besar bagi Indonesia, khususnya Lampung, untuk meningkatkan volume ekspor PKE.

“Permintaan Palm Kernel Expeller terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan industri peternakan global. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor,” katanya.

Karantina Jamin Standar Ekspor

Dalam setiap pengiriman, Karantina Lampung melakukan pemeriksaan fisik, pengawasan, hingga penerbitan Phytosanitary Certificate sebagai bukti bahwa komoditas telah memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan sesuai standar internasional dan ketentuan negara tujuan. Sertifikat tersebut menjadi dokumen penting yang memastikan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan sehingga proses perdagangan internasional dapat berlangsung lancar sekaligus menjaga akses pasar Indonesia di berbagai negara.

“Karantina hadir sebagai fasilitator perdagangan yang aman. Kami memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi seluruh persyaratan karantina negara tujuan sehingga risiko penyebaran organisme pengganggu tumbuhan dapat dicegah dan akses pasar tetap terjaga,” jelas Donni.

Ia berharap keberhasilan eksportir baru ini dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha di Lampung meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar ekspor, sehingga kontribusi sektor perkebunan terhadap devisa negara terus meningkat.

PKE Makin Diminati Pasar Global

Palm Kernel Expeller merupakan produk samping dari industri pengolahan kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Komoditas ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak karena kandungan serat dan nutrisinya, terutama untuk sapi perah dan sapi potong.