Media Kampung – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mencermati dampak kenaikan harga Pertamax terhadap tarif transportasi umum. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah tengah mengevaluasi sejauh mana pengaruh kenaikan bahan bakar non-subsidi tersebut terhadap operator transportasi.
Menurut Dudy, salah satu sektor yang berpotensi terdampak adalah layanan taksi yang menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar. Namun, ia menegaskan pemerintah akan mengkaji lebih lanjut besaran dampak yang mungkin dirasakan pelaku transportasi. “Pertamax, ya. Kan kalau transportasi umum ada seperti misalnya taksi gitu, ya. Tapi kita coba lihat sampai seberapa jauh dampaknya ke mereka,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Pemerintah berharap kenaikan harga Pertamax tidak memberikan beban terlalu besar bagi masyarakat. “Kita harapkan sih kalaupun ada dampak, itu tidak akan terlalu memberatkan masyarakat,” kata Dudy usai Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan kenaikan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green. Ia menyebut penyesuaian ini mengikuti harga pasar. “Harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya,” ujar Bahlil di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Bahlil memastikan bahwa BBM bersubsidi dan gas LPG tidak mengalami kenaikan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. “Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan, sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian,” tegasnya.
Dengan demikian, pemerintah masih akan terus memantau dampak kenaikan Pertamax terhadap sektor transportasi umum dan berupaya meminimalkan beban tambahan bagi masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan