Media Kampung, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan tarif layanan TransBandara untuk rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 15.000 per penumpang yang akan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026. Kebijakan ini diambil guna menjaga keberlanjutan operasional layanan sekaligus memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Penetapan Tarif Baru TransBandara
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa tarif Rp 15.000 merupakan hasil kajian mendalam demi keberlanjutan layanan. Meski tarif dinaikkan, layanan TransBandara tetap akan mendapat subsidi dari Pemprov DKI Jakarta sehingga masyarakat dapat menikmati moda transportasi menuju bandara yang terjangkau.
Perkembangan Penggunaan Layanan TransBandara
Sejak peluncurannya pada 12 Maret hingga 30 Juni 2026, TransBandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta telah melayani hampir 183 ribu penumpang dengan rata-rata 1.851 penumpang per hari. Selama masa promosi tiga bulan, tarif yang dikenakan adalah Rp 3.500. Dengan tarif baru, layanan ini masih lebih ekonomis dibandingkan taksi konvensional, transportasi daring, kereta bandara, dan bus komersial lainnya.
Peningkatan Fasilitas dan Kualitas Layanan
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, memastikan peningkatan kualitas layanan melalui berbagai langkah, termasuk penataan area keberangkatan di Terminal Blok M agar lebih ramah untuk penumpang dengan koper, penyediaan armada dengan ruang bagasi khusus, serta peningkatan ketepatan jadwal dan sinkronisasi dengan waktu penerbangan. Tingkat kepuasan masyarakat yang telah mencapai 97,5 persen diharapkan terus dipertahankan.
Subsidi dan Biaya Produksi
Biaya produksi layanan TransBandara untuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar Rp 70.000 per penumpang untuk jarak tempuh 64 kilometer. Selisih biaya ini ditanggung oleh subsidi dari Pemprov DKI Jakarta agar tarif yang dikenakan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dengan penetapan tarif baru ini, layanan TransBandara diharapkan mampu terus memberikan pilihan transportasi yang ekonomis dan nyaman menuju Bandara Soekarno-Hatta, mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik di Jakarta.















Tinggalkan Balasan