Media Kampung – Jaksa penuntut umum di Korea Selatan menuntut hukuman penjara satu tahun kepada chef Joseph Lidgerwood, pemilik restoran berbintang dua Michelin, atas dugaan membahayakan pelanggan dengan menyajikan sorbet yang menggunakan topping semut. Kasus ini mencuat setelah pelanggan restoran membagikan gambar dessert tersebut di media sosial.
Chef Joseph, yang juga pernah tampil dalam acara memasak Netflix Class Wars, diduga telah mengimpor dan menyajikan lebih dari 49 ribu semut berlabel food grade dari Thailand dan Amerika Serikat sejak 2021. Perusahaan induk restorannya juga dikenai denda sebesar 20 juta Won atau sekitar Rp 252 juta. Selama periode tersebut, restoran menghasilkan pendapatan sekitar 120 juta Won dari penjualan 12 ribu porsi menu dengan topping semut.
Regulasi Keamanan Pangan di Korea Selatan
Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan, hanya 10 jenis serangga yang diizinkan untuk dikonsumsi. Semut tidak termasuk dalam daftar tersebut karena diduga mengandung logam berbahaya bagi kesehatan. Hal ini menjadi dasar tuntutan hukum terhadap chef Joseph.
Pernyataan dan Alasan Chef Joseph
Chef Joseph mengakui kesalahannya dalam menyajikan menu tersebut, namun membantah tuduhan bahwa setiap pelanggan mencoba topping semut. Menurutnya, hanya sekitar 60 persen pengunjung yang mencobanya. Dalam unggahan Instagram tahun 2022, ia menjelaskan bahwa semut digunakan untuk menambahkan rasa asam yang dapat membersihkan langit-langit mulut.
Semut merupakan bagian kecil dari 15 menu hidangan yang bersifat opsional. Chef Joseph juga menyatakan bahwa penggunaan semut sebagai bahan makanan umum ditemukan di negara seperti Inggris, Australia, dan Denmark. Sebagai alternatif, pelanggan dapat memilih topping bunga yang dapat dimakan (edible flower) atau cuka fermentasi.
Proses Hukum dan Jadwal Putusan
Pengadilan Korea Selatan menjadwalkan putusan atas kasus ini pada tanggal 2 September 2026. Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan konsumen dan kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan yang ketat di Korea Selatan.















Tinggalkan Balasan