Media Kampung – Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berhasil mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025, dengan laba yang kompak naik di tengah volatilitas harga komoditas dan gejolak geopolitik global. Alih-alih tertekan, seluruh anggota holding tambang pelat merah ini justru membukukan pertumbuhan laba yang positif.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025, melonjak 106 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,85 triliun. Kinerja ini didorong oleh kenaikan pendapatan 22 persen menjadi Rp84,64 triliun, dengan penjualan emas menyumbang sekitar 79 persen dari total penjualan. Penjualan emas ANTAM mencapai Rp66,47 triliun, tumbuh 15 persen secara tahunan.

Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp2,93 triliun pada 2025 dengan pendapatan stabil Rp42,65 triliun. Meskipun harga batu bara global tertekan (Newcastle Index turun 22 persen dan ICI-3 melemah 16 persen), PTBA mampu meningkatkan volume penjualan sebesar 6 persen secara tahunan, dengan porsi domestik 54 persen dan ekspor ke Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat laba bersih USD2,52 miliar (sekitar Rp42,07 triliun) dengan pendapatan USD8,62 miliar (sekitar Rp143,9 triliun), mencerminkan kekuatan operasional tambang tembaga dan emas di Papua serta hasil hilirisasi melalui smelter di JIIPE Gresik.

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kenaikan laba bersih 15 persen sepanjang 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan sekitar 10 persen menjadi USD785,7 juta, menunjukkan stabilitas operasional pabrik peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara.

PT Timah Tbk. (TINS) mencatat laba bersih Rp1,31 triliun, mencapai 119 persen dari target RKAP 2025. Pendapatan TINS naik 6,41 persen menjadi Rp11,55 triliun, dengan produksi bijih timah 18.635 ton Sn, produksi logam timah 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah 16.634 metrik ton.

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga mencatat pertumbuhan laba solid dengan pendapatan naik 4,19 persen menjadi USD990,19 juta, mencerminkan efisiensi operasional di Sorowako, Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, kinerja solid Grup MIND ID turut memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara melalui pajak, royalti, dan dividen. Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menilai capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kemampuan holding dalam integrasi bisnis hulu-hilir, di luar windfall profit akibat kenaikan harga komoditas. Ia menekankan pentingnya diversifikasi produk hilirisasi, seperti baterai kendaraan listrik, serta penerapan good mining dan sinergi dengan BUMN lain maupun swasta untuk memperluas pasar produk hilirisasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.