Media Kampung – 12 April 2026 | PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati Penampakan Isi Perut Tambang EmasTembaga Terbesar RI Berusia 59 Tahun dengan serangkaian acara refleksi dan penghormatan di lokasi tambang utama.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1967 kini menginjak usia 59 tahun, menandai lebih dari setengah abad kontribusi bagi perekonomian nasional.

Tambang Grasberg yang terletak di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, tetap menjadi aset utama PTFI dengan cadangan emas dan tembaga yang masih tergolong dunia.

Operasi tambang menyalurkan lebih dari 11.000 tenaga kerja, termasuk 7.000 pekerja lokal yang memperoleh pelatihan teknis dan peningkatan keterampilan.

Pendapatan pajak, royalti, dan dividen dari PTFI pada tahun lalu tercatat mencapai Rp 25 triliun, memperkuat fiskal negara dan mendukung pembangunan daerah.

Serangkaian kegiatan peringatan meliputi penyusunan laporan reflektif, penghargaan kepada veteran tambang, dan penayangan dokumentasi sejarah operasi.

“Ulang tahun ke‑59 ini menjadi momentum bagi kami untuk meninjau pencapaian, memperkuat komitmen pada keselamatan, dan menegaskan tanggung jawab sosial,” ujar Direktur Utama PTFI, Tim D. Hughes.

Penampakan isi perut tambang mengungkap formasi batuan ultramafik yang mengandung endapan mineral berharga, serta jaringan pori‑pori yang menjadi jalur aliran air dan oksigen.

Teknologi pemetaan 3D dan sistem sensor real‑time kini dipakai untuk memantau stabilitas struktur serta mengoptimalkan efisiensi penambangan.

Upaya mitigasi lingkungan mencakup program penanaman kembali 2.500 hektar lahan, pengelolaan limbah tailing, dan pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi terbarukan.

Program CSR PTFI terus mendukung pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di wilayah sekitar, termasuk pembangunan sekolah dan pusat layanan kesehatan.

Kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah terjalin melalui perjanjian kerja sama yang menekankan transparansi, kepatuhan regulasi, serta kontribusi pembangunan berkelanjutan.

Meski harga komoditas global berfluktuasi, PTFI tetap mempertahankan produksi dengan strategi diversifikasi produk dan pengelolaan risiko keuangan yang ketat.

Rencana ekspansi mencakup pembangunan fasilitas pengolahan tembaga berkapasitas 150 ribu ton per tahun serta integrasi sistem digital untuk meningkatkan produktivitas.

Pembiayaan proyek baru didukung oleh investasi senilai US$ 1,2 miliar dari mitra internasional, menandakan kepercayaan pasar terhadap prospek tambang Indonesia.

Saat ini, operasi tambang berjalan normal dengan tingkat produksi stabil, dan tidak ada laporan insiden keselamatan signifikan dalam tiga bulan terakhir.

Analisis pasar menilai permintaan tembaga global akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri hijau, sementara emas tetap menjadi aset lindung nilai yang kuat.

Dengan semangat perayaan, PTFI menegaskan komitmen untuk melanjutkan eksplorasi, inovasi, dan kontribusi sosial selama dekade mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.