Media KampungAliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026). Dalam aksinya, para emak-emak yang mengenakan baju pink dan daster ini membawa berbagai peralatan dapur seperti ompreng dan panci sebagai atribut demo. Mereka menuntut pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu berhasil menembus blokade kepolisian hingga mencapai Bundaran Hotel Indonesia (HI). Keberhasilan ini menjadi sorotan karena pada aksi mahasiswa sebelumnya, Jumat (12/6/2026), massa gagal total mencapai titik ikonik tersebut akibat pengamanan yang sangat ketat. Para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menyampaikan tiga tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat, dengan fokus utama pada penghentian program MBG.

Sementara itu, rangkaian aksi unjuk rasa masih berlanjut pada Jumat (19/6/2026). Mahasiswa Universitas Trisakti dijadwalkan turun ke jalan dan menggelar demonstrasi di Gedung DPR RI. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes yang sebelumnya juga dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, hingga Makassar.

Tak hanya di Jakarta, aksi serupa juga terjadi di sejumlah daerah. Pada Kamis (18/6/2026), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda bersama Aliansi Gerakan Rakyat Kaltim (GERAM) menyuarakan tuntutan terkait isu nasional dan daerah. Di Batam, Aliansi Mahasiswa Kota Batam menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Batam dan Kantor Wali Kota Batam. Gelombang protes ini menunjukkan meningkatnya tekanan publik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya program MBG yang dinilai bermasalah oleh sebagian kalangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait tuntutan penghentian program MBG yang disuarakan oleh Aliansi Perempuan Indonesia dan elemen masyarakat lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.