Media Kampung, Serang – Kreativitas Zulfan Azhar Rayhan, murid SD Harjamukti di Kota Serang, berhasil mengantarkan miniatur perahu layar buatannya meraih Juara I pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Banten. Prestasi ini sekaligus menjadikan Zulfan sebagai wakil Banten untuk berlaga di tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Karya Miniatur Perahu yang Bernilai Budaya dan Ekonomi
Miniatur perahu layar tersebut dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti daun, biji-bijian, kulit petai, dan kardus bekas. Meski berasal dari bahan alami dan barang daur ulang, karya Zulfan menunjukkan keindahan seni yang sarat nilai budaya maritim khas masyarakat pesisir Karangantu, Banten.
Kepala SD Harjamukti, Nunung Rodiah, menjelaskan bahwa proses pembuatan miniatur ini memakan waktu sekitar lima jam setelah bahan berkualitas terkumpul. Tantangan utama adalah mengumpulkan bahan baku yang sesuai dan berkualitas, yang semuanya hampir berasal dari alam.
Dukungan dan Apresiasi dari Pemerintah dan Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, menyatakan bahwa prestasi Zulfan membuktikan bahwa siswa dari wilayah pesisir mampu bersaing secara nasional. Selain menampilkan kreativitas, karya miniatur perahu juga telah membuka peluang usaha kreatif karena telah menerima sekitar 10 pesanan dari masyarakat setempat.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memberikan apresiasi berupa uang pembinaan langsung kepada Zulfan sebagai bentuk dukungan atas prestasinya. Persiapan untuk mengikuti FLS2N tingkat nasional juga terus dimatangkan oleh Dindikbud dan pihak sekolah agar Zulfan dapat tampil maksimal.
Makna dan Harapan dari Prestasi Ini
Prestasi Zulfan tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah dan daerah, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya lokal Banten ke panggung nasional. Kepala SD Harjamukti berharap agar Zulfan dapat kembali mengharumkan nama Kota Serang dan Provinsi Banten melalui kreativitas yang melahirkan karya berkelas dan bernilai ekonomi.
Kisah keberhasilan ini menjadi inspirasi bahwa potensi dan kreativitas anak-anak dari kawasan pesisir dapat diwujudkan melalui seni dan kerajinan yang bernilai budaya serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan.















Tinggalkan Balasan