Media Kampung, Banyuwangi – Sebanyak 155 anak penyandang disabilitas di tujuh desa di Kabupaten Banyuwangi kini mendapat pendampingan lebih luas melalui program Building Effective Networking (BEN). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Liliane Foundation Belanda, NLR Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yang akan berjalan hingga tahun 2028.
Program BEN dirancang untuk memperluas akses anak-anak disabilitas terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan yang layak. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara Programme Manager Liliane Foundation, Classina Nicole, dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pada 22 September 2026.
Pendampingan Individual Sesuai Kebutuhan
Indah Catur Cahyaningtyas, perwakilan dari Aura Lentera, menjelaskan bahwa setiap anak penyandang disabilitas didampingi oleh pekerja rehabilitasi berbasis masyarakat (Community Based Rehabilitation/CBR Worker) dengan menggunakan Individual Rehabilitation Plan (IRP). Pendampingan ini dilakukan secara individual agar layanan yang diterima benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Proses pendampingan mencakup berbagai aspek, mulai dari membantu melengkapi administrasi kependudukan hingga menghubungkan keluarga dengan layanan terapi dan jaminan sosial. Pendekatan ini bertujuan agar setiap anak dapat mengakses hak-haknya secara optimal.
Banyuwangi Jadi Pilot Project Program Terpadu Liliane Foundation
Classina Nicole menambahkan bahwa Banyuwangi merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menjalankan tiga program utama Liliane Foundation secara bersamaan, yakni rehabilitasi berbasis masyarakat, pemberdayaan anak dan remaja penyandang disabilitas, serta pencegahan kekerasan seksual berbasis gender. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Banyuwangi dalam memperkuat inklusi sosial bagi penyandang disabilitas.
Dukungan Pemerintah Kabupaten untuk Inklusi
Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat program inklusi yang telah dikembangkan di Banyuwangi, termasuk pendidikan inklusif, pelatihan kerja, kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Bupati Ipuk, semangat utama dari program ini adalah kesetaraan. Pendampingan yang diperluas melalui kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak penyandang disabilitas di Banyuwangi, sehingga mereka dapat berkembang secara mandiri dan mendapatkan perlindungan yang memadai.
Manfaat dan Harapan ke Depan
Dengan berjalannya program ini hingga 2028, diharapkan akses layanan yang lebih baik dapat mengurangi kesenjangan yang selama ini dialami oleh anak-anak penyandang disabilitas di daerah tersebut. Pendekatan yang terintegrasi dan berbasis komunitas menjadi kunci keberhasilan dalam menjamin hak dan kesejahteraan anak-anak tersebut.
Program ini juga menjadi contoh penting bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pendampingan dan pemberdayaan penyandang disabilitas secara menyeluruh, melibatkan berbagai pihak mulai dari lembaga internasional, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal.















Tinggalkan Balasan