Media Kampung – IPM Banyuwangi terus meningkat, menjadikannya lokasi utama peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Taman Blambangan.
Kenaikan IPM tercatat selama lima tahun terakhir, dengan nilai 72,62 pada 2021 naik menjadi 75,17 pada 2025.
Data lengkap IPM Banyuwangi selama periode 2021‑2025 dapat dilihat pada tabel berikut.
| Tahun | IPM |
|---|---|
| 2021 | 72,62 |
| 2022 | 73,15 |
| 2023 | 73,79 |
| 2024 | 74,30 |
| 2025 | 75,17 |
Dengan angka tersebut, Banyuwangi menempati posisi teratas di antara kabupaten di Jawa Timur, bahkan unggul di kawasan Sekarkijang.
Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, hadir secara langsung pada perayaan Hardiknas Sabtu 2 Mei 2026.
Ia menilai pencapaian IPM tinggi sebagai bukti efektivitas program pendidikan inovatif yang berhasil menjangkau anak tidak bersekolah.
Salah satu inisiatif unggulan adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang memfokuskan reintegrasi siswa putus sekolah ke dalam kelas.
Program Siswa Asuh Sebaya turut mendukung solidaritas antar pelajar dengan membantu teman yang membutuhkan perlengkapan maupun biaya belajar.
Acara Hardiknas di Banyuwangi dimeriahkan pertunjukan Kuntulan Ewon, melibatkan 1.060 pelajar dari tingkat SD hingga SMA.
Penampilan menampilkan kolaborasi tari tradisional dan musik rebana yang dipandu oleh seniman lokal.
Mu’ti menekankan pentingnya seni budaya dalam proses pembentukan karakter siswa.
“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian,” tegasnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa kebijakan pendidikan daerah diarahkan pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Ia menambahkan, keterlibatan pelajar dalam kegiatan seni seperti Kuntulan Ewon merupakan bagian dari strategi membangun karakter generasi muda.
Keputusan menjadikan Banyuwangi lokasi Hardiknas 2026 mendapat sorotan pemerintah pusat, menegaskan pentingnya model pendidikan daerah sebagai contoh nasional.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain untuk mengadopsi program serupa dalam menurunkan angka putus sekolah.
Dengan dukungan berkelanjutan, Kabupaten Banyuwangi berencana memperluas jaringan Garda Ampuh dan memperkuat program asuh sebaya pada tahun mendatang.
Situasi terkini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan pelaku pendidikan dalam melanjutkan momentum peningkatan IPM.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan