Media Kampung – Warga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, kembali menggelar tradisi selamatan dusun pada Malam 1 Suro, Senin (15/6/2026). Ritual tahunan yang telah berlangsung turun-temurun ini diikuti ratusan warga sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan kampung mereka. Puncak acara adalah penyiraman air dari Sumber Jeding ke sepanjang jalan dusun, yang dipercaya sebagai simbol tolak bala.
Prosesi diawali di Sumber Jeding, mata air yang menjadi sumber kehidupan warga. Lokasi sumber berada di bawah rindangnya pohon beringin tua dan dikenal masyarakat karena debit airnya tetap terjaga meski musim kemarau. Di tempat tersebut, sesepuh dusun memimpin doa bersama. Kepala Dusun Pekulo, Agus Kariyanto, kemudian mengambil air dari sumber menggunakan kendi sebagai bagian dari rangkaian ritual.
Setelah doa, warga menggelar kenduri dengan membawa berbagai hidangan, mulai dari ingkung ayam hingga makanan berkat yang dinikmati bersama. Saat malam kian larut, pusat kegiatan berpindah ke pertigaan Dusun Pekulo. Di lokasi itu, warga menggelar tradisi baritan dengan menyiapkan sekitar 1.000 ancak atau takir yang berjajar di sepanjang area kegiatan.
Usai doa bersama, air yang sebelumnya diambil dari Sumber Jeding dikucurkan sepanjang jalan dusun. Bagi masyarakat setempat, prosesi tersebut menjadi simbol harapan agar lingkungan mereka terhindar dari marabahaya dan senantiasa memperoleh keberkahan. Tradisi itu juga menjadi ajang berbagi. Takir yang telah disiapkan dibagikan kepada warga, tamu yang hadir, hingga pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
“Kegiatan ini rutin kami gelar setiap malam 1 Suro, sekaligus untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Semoga seluruh warga Dusun Pekulo yang berjumlah kurang lebih 800 kepala keluarga selalu diberikan keselamatan dan keberkahan,” kata Kepala Dusun Pekulo, Agus Kariyanto.
Meski zaman terus berubah, tradisi Malam 1 Suro di Dusun Pekulo tetap dipertahankan. Bagi warga, ritual tersebut bukan hanya warisan budaya, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan gotong royong antarmasyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan