Media KampungAC Milan resmi menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala yang baru. Pelatih asal Portugal itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim. Keputusan ini diambil setelah I Rossoneri memecat Massimiliano Allegri yang dinilai gagal membawa klub lolos ke Liga Champions musim depan.

Amorim datang ke San Siro dengan status mantan pelatih Manchester United. Ia diberhentikan pada Januari lalu setelah hanya memimpin dalam 63 pertandingan. Kariernya di Old Trafford berakhir prematur akibat konflik internal terkait filosofi permainan dan ketegangan mengenai wewenang manajerial.

Meski sempat mengalami masa sulit di Inggris, Amorim secara terbuka menyatakan bahwa melatih AC Milan merupakan ambisi karier yang telah lama ia impikan. “Ada ambisi yang selalu saya bawa sepanjang karier, dan melatih AC Milan selalu menjadi salah satunya. Saya tahu betul arti klub ini—sejarah, prestise, dan basis penggemar luar biasa di seluruh dunia,” ujar Amorim dalam pernyataan resmi klub.

Ia menegaskan siap bekerja keras untuk mengembalikan Milan ke level tertinggi sepak bola Eropa. “Ini adalah tantangan yang saya sambut dengan bangga dan penuh semangat. Saya tak sabar untuk memulai dan merasakan setiap hari gairah yang menggerakkan AC Milan,” tambahnya.

Salah satu sorotan utama dari kepindahan ini adalah ketergantungan Amorim pada sistem 3-4-3 yang sempat dianggap kaku saat menangani Manchester United. Para pengamat kini menanti apakah ia akan bersedia beradaptasi dengan materi pemain yang dimiliki AC Milan atau tetap pada pendirian taktisnya.

Dengan beban sejarah dan ekspektasi tinggi dari basis suporter global, Amorim dituntut untuk segera membuktikan kualitasnya. Keberhasilannya di Italia akan menjadi pembuktian krusial bagi pelatih berusia 41 tahun tersebut untuk meredam kritik yang sempat menyudutkannya di penghujung masa jabatannya bersama Manchester United.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.