Media Kampung – Bradford, 26 April 2026 – Bryan Mbeumo kini berada dalam fase kebuntuan gol di Manchester United, menimbulkan kekhawatiran tentang nilai investasi £65 juta yang dibayarkan musim lalu.

Pemain asal Kamerun tersebut menandatangani kontrak pada musim panas dengan janji pribadi untuk selalu menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.

Setelah debut gemilang, Mbeumo mencetak enam gol dalam empat bulan pertama, termasuk gol penentu kemenangan di Anfield setelah sepuluh musim United.

Prestasinya berlanjut dengan brace melawan Brighton, yang mengamankan tiga kemenangan liga beruntun pertama sejak lebih dari setahun.

Namun, sejak mencetak gol melawan Tottenham pada 7 Februari, ia belum menambah angka tersebut dan tidak memberikan assist selama dua bulan terakhir.

Statistik Premier League menunjukkan Mbeumo masih menjadi pencetak gol terbanyak United musim ini dengan sembilan gol, meski produktivitasnya menurun drastis.

Selama delapan pertandingan terakhir, ia gagal mencetak gol, dengan tujuh di antaranya sebagai pemain starter.

Ia hanya mencatat satu assist, kepada Benjamin Sesko, dalam pertandingan melawan West Ham United.

Penampilan Mbeumo juga menurun secara umum; pada laga Newcastle United, ia melesetkan tendangan tinggi di atas mistar gawang dalam satu-satunya peluangnya.

Di pertandingan melawan Bournemouth, ia tidak menghasilkan tembakan ke gawang, satu-satunya upayanya diblokir oleh bek lawan.

Laga melawan Crystal Palace menunjukkan pola serupa, tanpa tembakan ke gawang meski United berhasil membalikkan keadaan.

Terakhir, pada pertandingan melawan Chelsea, Mbeumo tidak menciptakan satu tembakan pun, sementara Matheus Cunha mencetak satu-satunya gol kemenangan tamu.

Perubahan taktik menjadi faktor utama; setelah kepindahan pelatih Ruben Amorim, Mbeumo dipindahkan ke posisi striker tengah, beralih dari peran gelandang serang nomor 10.

Transisi tersebut awalnya sukses, terbukti saat ia mencetak gol pembuka kemenangan 2‑0 melawan Manchester City pada Januari.

Ia juga menyamakan kedudukan dalam kemenangan 3‑2 melawan Arsenal, menjadikan United tim pertama yang menang di Emirates Stadium musim ini.

Namun, kepindahan kembali ke sayap kanan pada era Michael Carrick mengurangi efektivitasnya, karena ia tidak menghasilkan tembakan dalam empat pertandingan tersebut.

Persaingan posisi sayap kanan semakin tajam dengan Amad Diallo, yang menunjukkan performa impresif sebagai pengganti di laga Chelsea.

Ketidakhadiran Mbeumo selama Piala Afrika pada Desember juga memengaruhi ritmenya, sementara saat itu Amorim dipecat dan United mengalami pergantian pelatih.

Setelah kembali, ia harus menyesuaikan diri dengan filosofi taktik baru Carrick, yang masih mencari kombinasi optimal di lini serang.

Hasil tim tetap positif; United memenangkan delapan dari dua belas pertandingan sejak Carrick mengambil alih, meskipun hanya empat kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir sejak Mbeumo terakhir mencetak gol.

Tim berada delapan poin di atas Brighton, posisi keenam, dengan peluang kuat untuk finis di lima besar dan mengamankan tempat di Liga Champions.

Pertandingan melawan Brentford pada hari Senin menjadi ujian penting bagi Mbeumo, mengingat rival lamanya itu menjadi lawan langsung United di Old Trafford.

Jika United mengalahkan Brentford, mereka dapat mengukuhkan tujuan musim dan mengurangi tekanan pada lini serang.

Analisis statistik menunjukkan Benjamin Sesko kini menyamai Mbeumo sebagai pencetak gol terbanyak United, dengan empat gol sejak Mbeumo terakhir mencetak.

Sesko mencetak gol tersebut meski hanya menjadi starter pada setengah pertandingan, menandakan potensi persaingan internal.

Pengamat sepak bola menilai bahwa ketidakpastian Carrick dalam menentukan striker tengah menjadi faktor utama penurunan produktivitas Mbeumo.

Dalam sebuah wawancara, Mbeuto mengungkapkan tekadnya: “Saya ingin selalu menjadi lebih baik dari hari kemarin,” menegaskan komitmen pribadi untuk memulihkan performa.

Kondisi fisik Mbeumo tidak menunjukkan cedera serius, sehingga penurunan performa lebih dipengaruhi oleh faktor taktik dan psikologis.

Manchester United diperkirakan akan meninjau kembali peran Mbeumo menjelang beberapa pertandingan terakhir musim ini.

Jika ia gagal memulihkan sentuhan gol dalam lima pertandingan mendatang, total golnya dapat terlampaui oleh Rasmus Hojlund, yang mencetak lebih banyak pada debutnya.

Manajer Michael Carrick diharapkan memberikan keputusan strategis, apakah menurunkan Mbeumo atau memberikan peluang lebih pada pemain lain.

Keberhasilan United dalam menyelesaikan musim dengan posisi tinggi di klasemen tetap bergantung pada kontribusi kolektif, meski Mbeumo tetap menjadi aset bernilai tinggi.

Sejauh ini, klub belum mengumumkan rencana transfer tambahan untuk memperkuat lini serang menjelang akhir kompetisi.

Dengan tekanan yang terus meningkat, performa Mbeumo di laga Brentford akan menjadi indikator utama apakah ia dapat mengembalikan kepercayaan pendukung dan manajemen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.