Media Kampung – Pierre Gasly resmi kembali ke posisi podium ketiga F1 Monaco 2026 setelah FIA membatalkan dua penalti waktu 5 detik yang sebelumnya menjeratnya. Keputusan ini diambil setelah ditemukan eror fatal pada sistem hitung kecepatan digital milik Formula One Management (FOM).

Investigasi mengungkap ketidakakuratan sebesar 77 sentimeter pada loop pengukuran di area pit lane. Kesalahan teknis ini menyebabkan sensor mendeteksi mobil Gasly melaju melebihi batas 60 km/jam, padahal data internal tim Alpine membuktikan sebaliknya.

Sebelum peninjauan ulang (Right of Review) dikabulkan, Gasly yang finis di urutan ketiga harus turun ke posisi tujuh akibat akumulasi penalti 10 detik. Namun, setelah bukti baru ditemukan, stewards memutuskan Gasly bersih dari pelanggaran dan berhak atas trofi P3.

Keputusan ini menjadi keuntungan besar bagi Alpine F1 Team karena mendapat tambahan poin berharga di klasemen konstruktor. Gasly mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim, FIA, dan F1 atas transparansi yang diberikan.

Di sisi lain, pembalap Red Bull Racing, Isack Hadjar, harus rela turun ke peringkat keempat setelah sebelumnya sempat merayakan podium perdananya. Langkah FIA ini memicu perdebatan karena pembalap lain seperti Lewis Hamilton, George Russell, dan Oscar Piastri juga mendapat penalti serupa namun tidak ditinjau ulang.

Alpine memilih untuk tidak menjalani penalti saat pit stop karena mendeteksi anomali pada telemetri mandiri mereka, sementara tim lain telah menjalani hukuman. Hasil ini menjadi angin segar bagi Gasly menjelang seri balapan berikutnya di Barcelona.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.