Media Kampung, Lebak – Kisah Kakek Madhalim, seorang lansia berusia 86 tahun yang viral karena kelaparan saat berjualan kangkung, menjadi sorotan serius terkait penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Muhammad Yos Rasyid, akademisi dari STISIP Banten Raya, menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dan bertanggung jawab agar tidak ada lagi warga miskin yang hidup dalam kondisi memprihatinkan seperti yang dialami Madhalim.

Kasus Kakek Madhalim bukan hanya persoalan individu, melainkan gambaran adanya warga yang belum tersentuh perlindungan sosial secara menyeluruh. Di Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat seperti Madhalim memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.

Baca juga:

Desakan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Menurut Yos Rasyid, bantuan sosial yang bersifat sementara tidak cukup untuk mengatasi kemiskinan ekstrem. Pemerintah Kabupaten Lebak perlu menyusun program yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga seperti Madhalim. Pendataan yang akurat juga penting untuk memastikan apakah penerima manfaat telah menerima berbagai program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, BPJS Kesehatan, dan lain-lain.

Kondisi Tempat Tinggal yang Memprihatinkan

Madhalim dan istrinya telah tinggal selama dua tahun di sebuah gubuk bambu berukuran sekitar 5×5 meter yang dulunya adalah tempat pembuatan kopra. Gubuk tersebut memiliki ventilasi terbatas, minim penerangan, dan sering bocor saat hujan. Selain itu, bangunan tersebut berdiri di atas lahan milik orang lain sehingga mereka harus selalu siap untuk mengosongkan tempat tersebut kapan saja.

Menghadapi kondisi ini, Yos Rasyid menegaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah rumah yang layak huni. Pemerintah diharapkan segera merealisasikan program bedah rumah agar lansia seperti Madhalim tidak lagi harus tinggal dalam ketidakpastian dan kondisi yang membahayakan kesehatan.

Baca juga:

Aktivitas dan Harapan Kakek Madhalim

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Madhalim memulung buah sawit dan sesekali berjualan kangkung meskipun kesehatannya menurun. Ia berharap pemerintah dapat memberikan rumah yang layak agar ia dan istrinya tidak lagi hidup dalam kondisi yang tidak pasti dan memprihatinkan.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan tempat tinggal yang layak bagi kami. Soalnya tempat ini milik orang lain,” ungkap Madhalim.

Peran Negara dan Pemerintah Daerah

Kisah Kakek Madhalim menjadi refleksi penting bahwa negara dan pemerintah daerah harus hadir dan memberikan perlindungan sosial yang efektif bagi warga miskin. Penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan strategi yang berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat, agar masyarakat dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera.

Baca juga:

Dengan memastikan akses terhadap berbagai program sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal layak, pemerintah dapat mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup warga miskin di daerah-daerah seperti Kabupaten Lebak.