Media Kampung – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan 2.106 sekolah swasta meluncurkan program beasiswa besar-besaran tahun 2026. Sebanyak 81.131 beasiswa digelontorkan untuk siswa SMA dan SMK swasta di seluruh Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk meringankan beban biaya pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih luas.

Beasiswa tersebut terbagi dalam dua jenis: beasiswa penuh dan beasiswa potongan biaya. Beasiswa penuh diberikan kepada 13.168 siswa SMA swasta dan 31.253 siswa SMK swasta, total 44.421 siswa. Sementara beasiswa potongan biaya diberikan kepada 10.677 siswa SMA swasta dan 26.033 siswa SMK swasta, total 36.710 siswa. Program ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 1.772 sekolah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada sekolah swasta yang berkolaborasi dalam program ini. Menurutnya, gotong royong antar lembaga pendidikan merupakan ikhtiar mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Semua teori akan menyebutkan bahwa cara memutus mata rantai kemiskinan yang paling efektif adalah melalui pendidikan,” ujar Khofifah saat peluncuran program di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 19 Juni 2026.

Khofifah menegaskan harapannya agar tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena faktor ekonomi. “Kita berharap bahwa no one left behind. Tidak ada masyarakat yang tertinggal di dalam mengakses pendidikan di Jatim,” tuturnya.

Selain beasiswa untuk siswa SMA/SMK, Pemprov Jatim juga memberikan 61 ribu beasiswa bagi mahasiswa di perguruan tinggi swasta. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 7. Prof Dyah Sawitri dari LLDIKTI menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Astacita keempat Presiden dan Wakil Presiden, yang menekankan pengembangan sumber daya manusia sebagai aset strategis pembangunan nasional.

Kepala SMK Krian 2, Indra Wahyu Suliswanto, mengungkapkan bahwa program beasiswa sangat berarti bagi siswa dari keluarga berekonomi rendah. Ia mencontohkan pernah ada siswa yang terpaksa berhenti karena keretakan keluarga, meskipun memiliki semangat belajar tinggi. “Tidak boleh ada mimpi yang berhenti di tengah jalan karena kurangnya biaya pendidikan, dan tidak boleh ada talenta yang terkubur karena kurangnya kesempatan,” kata Indra. Ia menambahkan bahwa pemberian beasiswa disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa, baik beasiswa penuh maupun potongan, karena adil tidak harus sama melainkan berdasarkan kebutuhan.

Dengan program ini, diharapkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Jawa Timur terus meningkat dan semakin banyak anak yang dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala biaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.