Media Kampung, Kudus – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus memberikan bantuan kursi roda kepada Turki Firdayanto, remaja berusia 17 tahun yang mengalami tunanetra dan kelumpuhan sejak lahir. Bantuan diserahkan langsung di kediaman Turki di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Turki menghadapi kondisi fisik yang cukup berat, yaitu tidak dapat melihat, lumpuh, serta tidak bisa berbicara. Selama ini, aktivitasnya terbatas dengan berbaring di kasur, dan perawatan sehari-hari sangat bergantung pada kakek dan neneknya yang sudah lanjut usia. Ibunya, Noor Farida, saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, sedangkan ayah Turki tidak lagi berkomunikasi dengan keluarganya.
Bantuan untuk Meningkatkan Mobilitas
Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa pemberian kursi roda ini bertujuan untuk membantu mobilitas Turki di rumah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam merawat dan memindahkan Turki, serta meningkatkan kualitas hidupnya meskipun terbatas aktivitasnya.
“Sudah menjadi tugas kami untuk memberikan bantuan bagi yang membutuhkan,” ujar Putut saat dikonfirmasi pada Rabu sore.
Prosedur Pengajuan Bantuan Alat Bantu
Putut mengimbau masyarakat yang memerlukan alat bantu seperti kursi roda untuk menghubungi Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus. Proses pengajuan bantuan harus disertai surat permohonan, surat keterangan dari desa, dan foto penerima bantuan. Berkas tersebut kemudian dibawa ke kantor Dinsos Kudus untuk diproses.
Karena keterbatasan anggaran, Dinsos Kudus berupaya berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti PMI Kudus, Baznas Kudus, dan Kementerian Sosial agar kebutuhan alat bantu masyarakat bisa terpenuhi secara maksimal.
Kondisi dan Permintaan Alat Bantu di Kudus
Sejauh ini, permintaan kursi roda mencapai 169 unit hingga Mei 2026, sedangkan stok yang tersedia hanya sekitar 50 unit. Selain kursi roda, terdapat juga kebutuhan alat bantu lain seperti alat bantu dengar, kaki palsu, dan tangan palsu.
Putut menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk memenuhi kebutuhan alat bantu masyarakat yang cukup banyak tersebut.
Respons Keluarga Penerima Bantuan
Noor Farida, ibu Turki, menyampaikan rasa syukur atas bantuan kursi roda yang diterima. Bantuan ini merupakan harapan yang akhirnya terwujud dan sangat membantu dalam perawatan anaknya.
“Saya terharu dan senang mendapatkan bantuan dari Dinsos Kudus melalui perantara media Kumparan. Apa yang menjadi angan-angan saya memiliki kursi roda untuk anak saya akhirnya terwujud,” ujar Noor Farida.
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung warga yang memiliki keterbatasan fisik agar mendapatkan alat bantu yang memadai, sekaligus meringankan beban keluarga dalam merawat anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.














Tinggalkan Balasan