Media Kampung, Serang – Sepinya penumpang angkutan kota (angkot) di Kota Serang menyebabkan sopir mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan, terutama membayar pajak dan menjalani uji KIR. Kondisi ini terjadi di pangkalan angkot kawasan Warung Pojok, di mana kendaraan lebih banyak menunggu tanpa penumpang.
Situasi Sepinya Penumpang dan Dampaknya
<pPara sopir angkot jurusan Warung Pojok-Petir menghabiskan waktu lama dengan menunggu penumpang yang sangat sedikit, bahkan dalam satu jam hanya beberapa warga yang menggunakan jasa angkot. Pendapatan yang sangat minim membuat mereka kesulitan menutupi biaya operasional sehari-hari.
Kondisi Kendaraan dan Administrasi yang Terpengaruh
Kondisi fisik angkot beragam, mulai dari yang masih layak hingga yang memerlukan perbaikan signifikan, termasuk beberapa kendaraan yang tidak memiliki bemper belakang. Selain itu, banyak sopir yang menunggak pajak kendaraan, bahkan ada yang belum membayar pajak sejak tahun 2018.
Kesulitan Sopir dalam Memenuhi Kewajiban
Said, salah satu sopir angkot, mengungkapkan bahwa kondisi sepi penumpang sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin membuat sopir enggan menarik angkot hingga rute penuh. Pendapatannya tidak menentu sehingga pajak kendaraan menunggak hingga lima tahun. Juned, sopir lain, bahkan hanya berhasil mengumpulkan Rp2.000 dalam beberapa jam operasional pagi hari.
Harapan dan Permintaan Kepada Pemerintah
Para sopir menegaskan bahwa mereka bukan sengaja menghindari kewajiban pajak, melainkan keterbatasan dana akibat pendapatan yang rendah. Mereka berharap pemerintah dapat mencari solusi untuk menghidupkan kembali angkutan umum agar penumpang kembali ramai. Dengan meningkatnya penumpang, sopir memiliki peluang untuk memperbaiki pendapatan dan memenuhi kewajiban administrasi kendaraan.
Selain menuntut kepatuhan pajak, sopir juga meminta agar pemerintah memperbaiki ekosistem angkutan umum di Kota Serang sehingga angkot dapat kembali menjadi pilihan utama masyarakat. Tanpa langkah konkret, dikhawatirkan angkot semakin kehilangan penumpang dan sopir semakin kesulitan mempertahankan operasional kendaraan.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd














Tinggalkan Balasan