Media Kampung, Jakarta – Seorang pria yang diduga pengamen terekam sedang bernyanyi di dalam armada Mikrotrans di sekitar Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Video aktivitas tersebut menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh seorang warga melalui media sosial pada Rabu sore.

Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak berada di dekat pintu kendaraan sambil bernyanyi dan menerima uang dari penumpang. Aksi ini memicu reaksi dari para pengguna media sosial yang menyoroti keberadaan pengamen dalam layanan transportasi umum yang dapat mengganggu kenyamanan perjalanan.

Selain itu, beberapa warganet juga menyinggung kondisi fasilitas Mikrotrans, seperti pintu kendaraan yang tidak tertutup rapat dan AC yang tidak berfungsi, yang menurut mereka turut mempengaruhi pengalaman penumpang.

Respons Resmi Transjakarta

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, memberikan respons resmi atas kejadian tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan terkait adanya pengamen di layanan Mikrotrans.

Ayu menegaskan bahwa aktivitas mengamen, meminta sumbangan, maupun berjualan dalam bentuk apa pun dilarang keras di dalam armada Transjakarta, termasuk Mikrotrans, serta di seluruh area halte. Ia menambahkan, aturan ini diterapkan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pelanggan selama menggunakan layanan Transjakarta.

Sistem Pembayaran dan Operasional Mikrotrans

Transjakarta juga mengingatkan bahwa sistem pembayaran di Mikrotrans tetap mengharuskan pelanggan melakukan tap in dan tap out menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) saat naik dan turun, meskipun tarif Mikrotrans saat ini gratis atau Rp 0.

Mikrotrans hanya berhenti di bus stop resmi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, sehingga kegiatan yang tidak sesuai prosedur, termasuk pengamen, tidak diperbolehkan.

Upaya Menjaga Kenyamanan Penumpang

Laporan mengenai kejadian pengamen ini menjadi perhatian serius bagi Transjakarta untuk mencegah terulangnya aktivitas serupa di masa mendatang. Pihak Transjakarta berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan demi memberikan pelayanan yang nyaman dan aman bagi seluruh pelanggan.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya peran serta masyarakat dan petugas dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan transportasi umum yang digunakan bersama.