Media Kampung – Perempuan Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, dalam sebuah dialog interaktif bersama Pro3 RRI pada Selasa, 26 Mei 2026.
Amurwani menegaskan bahwa perempuan merupakan kekuatan besar bagi bangsa dengan jumlah yang hampir mencapai separuh dari total penduduk Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perempuan saat ini mencakup sekitar 49,6 persen dari populasi nasional. Jumlah ini menunjukkan potensi besar yang seharusnya dapat dioptimalkan dalam berbagai aspek kehidupan dan pembangunan.
Meski demikian, Amurwani mengakui bahwa keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan belum sepenuhnya maksimal. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong keadilan gender agar perempuan dapat mengambil peran lebih aktif sebagai subjek utama dalam pembangunan nasional.
Dalam dialog tersebut, Amurwani juga menyoroti pentingnya memberikan ruang yang setara bagi perempuan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan publik. Ia menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa kontribusi nyata dari perempuan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Pembangunan yang berkelanjutan harus melibatkan perempuan secara aktif, bukan hanya sebagai objek tetapi sebagai pelaku utama. Ini menjadi kunci agar kebijakan publik dan pengambilan keputusan mencerminkan perspektif yang lebih komprehensif dan inklusif,” ujar Amurwani.
Upaya menghadirkan keadilan dan keberlanjutan dalam pembangunan nasional menjadi fokus utama yang diharapkan mampu memperkuat peran perempuan. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan gender juga diharapkan semakin meningkat ke depannya agar perempuan Indonesia dapat berkontribusi secara menyeluruh dalam kemajuan bangsa.
Penekanan pada peran perempuan dalam pengambilan keputusan ini memberikan gambaran bahwa pembangunan nasional tidak hanya memerlukan dukungan kuantitas tetapi juga kualitas partisipasi dari perempuan. Dengan penguatan peran tersebut, diharapkan kebijakan dan program pembangunan dapat lebih responsif dan berkeadilan.
Pernyataan Amurwani ini menjadi pengingat penting bahwa keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan merupakan elemen vital dalam mendorong kemajuan bangsa. Pemerintah melalui Kementerian PPPA terus berkomitmen untuk membuka ruang dan memberikan dukungan agar perempuan dapat berperan optimal di berbagai sektor kehidupan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan