Media Kampung – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) tengah menjajaki kerja sama untuk menghadirkan fasilitas tempat penitipan anak atau daycare di lingkungan industri melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung para pekerja, khususnya orang tua, agar dapat menjalankan aktivitas kerja tanpa khawatir terhadap pola asuh anak. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa program TAMASYA telah tersebar di 3.366 lokasi penitipan anak di seluruh Indonesia hingga Maret 2026.
Diskusi intensif antara Kemendukbangga dan APINDO berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, di kantor Kemendukbangga/BKKBN. Pertemuan ini merupakan upaya memperkuat implementasi daycare di tempat kerja, yang sebelumnya menjadi tuntutan dari para buruh pada peringatan Hari Buruh (May Day).
Wihaji menjelaskan, “Fasilitas penitipan anak ini sebenarnya sudah pernah dikerjakan, namun ada penekanan dari tuntutan buruh saat May Day. Oleh karena itu, kami mengajak APINDO berdiskusi untuk menemukan langkah bersama yang dapat dijalankan.” Program TAMASYA menjadi solusi agar orang tua pekerja bisa tetap produktif sambil memastikan anak mendapatkan pola asuh yang tepat.
Ketua Umum APINDO, Shinta W Kamdani, menyambut positif kerja sama ini dan menilai program TAMASYA sejalan dengan komitmen APINDO dalam mendorong kesetaraan gender dan memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam dunia kerja dan ekonomi.
Shinta menyampaikan, “Kami telah menyusun pedoman penyelenggaraan tempat penitipan anak di tempat kerja bersama International Labour Organization (ILO). Saat ini, dengan masukan dari Kemendukbangga/BKKBN, kami berupaya mencari model terbaik yang bisa diadaptasi di industri.” Langkah ini diharapkan dapat mempermudah perusahaan menyediakan fasilitas daycare yang berkualitas.
Selain itu, Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Yan Hiksas, turut memberikan dukungan terhadap pengembangan program TAMASYA. Ia juga mendorong Kemendukbangga/BKKBN untuk mengeluarkan imbauan kepada perusahaan dan kawasan industri agar segera mengimplementasikan program ini.
Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Wihaji menginstruksikan untuk mempercepat proses kerja sama formal berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendukbangga/BKKBN dan APINDO. Hal ini diharapkan akan menjadi langkah konkret dalam penyelenggaraan program TAMASYA di perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Keberadaan daycare di lingkungan kerja diharapkan tidak hanya memudahkan orang tua pekerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Dengan program TAMASYA, anak-anak pekerja mendapat pengasuhan yang berkualitas tanpa mengganggu aktivitas orang tua di tempat kerja.
Pengembangan fasilitas penitipan anak di tempat usaha ini juga mencerminkan upaya pemerintah dan dunia usaha dalam merespons kebutuhan tenaga kerja modern, terutama dalam hal memberikan dukungan yang memadai bagi pekerja perempuan dan keluarga muda.
Dengan semakin meluasnya penerapan program TAMASYA, diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas pengasuhan anak serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan ramah keluarga. Kerja sama antara Kemendukbangga dan APINDO menjadi langkah strategis untuk mewujudkan harapan tersebut secara menyeluruh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan