Media Kampung – Pujian dan penyembahan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan kunci alami untuk membuka pintu terobosan dalam hidup. Demikian pesan yang disampaikan Pastor Lucky Deri Putra Harefa dalam Ibadah Raya Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu, 19 Juli 2026.
Dalam khotbahnya yang bertema “Waktunya Menerobos”, Pastor Lucky menggunakan analogi bunga yang mekar. Saat masih kuncup, bunga tampak biasa saja. Namun ketika mekar, keindahannya terpancar. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk “mekar” dan mengalami terobosan, asalkan tahu rahasianya.
Dua Kunci Terobosan: Bersorak dan Bernyanyi
Menurut Pastor Lucky, ada dua resep ilahi untuk mengembang dan diperbesar. Pertama, bersorak-sorailah. Kedua, bernyanyilah dari hati yang tulus kepada Tuhan. Ia mencontohkan kisah Paulus dan Silas yang meski baru disiksa dan dibelenggu di penjara, justru berdoa dan menyanyikan pujian kepada Allah.
“Ketika Paulus dan Silas berjalan bersama dengan Tuhan, mereka tidak peduli lagi dengan perlakuan yang diberikan, tetapi fokus pada apa yang dijanjikan surga untuk mereka,” ujar Pastor Lucky.
Baca juga:
Ia menegaskan bahwa pujian dan penyembahan akan mendahului terobosan. Untuk mengalami terobosan, kuncinya adalah mengembang terlebih dahulu melalui pujian dan penyembahan kepada Tuhan.
Pujian yang Kuat Menentukan Kemajuan
Pastor Lucky juga mengatakan bahwa pujian yang kuat akan menentukan kemajuan yang pesat. Ia mengajak jemaat untuk memuji Tuhan dengan semangat, baik saat komsel maupun ibadah. Gaya hidup yang penuh pujian dan ucapan syukur akan menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan positif di sekitar kita.
Pesan ini relevan bagi siapa pun yang merasa hidupnya biasa-biasa saja, tertutup, atau tidak dianggap. Melalui pujian dan penyembahan yang tulus, setiap orang dapat mengalami terobosan dan hidup yang lebih bermakna.
Bagi pembaca yang ingin mendalami lebih lanjut, khotbah lengkap dapat diakses di sumber asli.















Tinggalkan Balasan