Media Kampung – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan para jemaah haji untuk mempersiapkan kondisi fisik menjelang tahap Mina. Hal ini penting karena jemaah harus menempuh jarak yang cukup jauh saat menuju lokasi Jamarat.
Dahnil menyampaikan bahwa jarak dari tenda terjauh di Markas 12 menuju Jamarat mencapai sekitar 3,5 kilometer. Dengan demikian, dalam satu hari jemaah bisa berjalan hingga sekitar tujuh kilometer untuk pergi dan pulang.
Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan bahwa jemaah yang memilih Nafar Awal akan menempuh total jarak berjalan kaki sekitar 21 kilometer selama pelaksanaan ibadah, sedangkan yang mengambil Nafar Tsani dapat mencapai jarak sekitar 28 kilometer.
Dalam kunjungannya ke Mina, Dahnil juga meninjau fasilitas tenda dan jalur menuju Jamarat. Ia memastikan bahwa petugas operasional dan perlindungan telah siap mendampingi dan membantu jemaah selama menjalankan ibadah di Mina, terutama saat pelaksanaan lontar jumrah.
Petugas akan ditempatkan di lima titik pos di sepanjang jalur menuju Jamarat dan dapat dikenali dari seragam dan topi berwarna cokelat. Dahnil mengimbau jemaah untuk tidak panik dan selalu bergerak secara berkelompok. Jika membutuhkan bantuan, jemaah diminta segera menghubungi petugas tersebut.
Dahnil juga mengingatkan para jemaah untuk memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum puncak Armuzna dengan cukup beristirahat. Selain itu, menjaga kesehatan, memperbanyak doa, dan mempersiapkan kondisi fisik selama berada di Tanah Suci sangat penting agar ibadah berjalan lancar.
Peringatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan aman dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia. Persiapan fisik yang matang diharapkan dapat membantu jemaah melewati tantangan perjalanan panjang menuju Jamarat dan menjalankan rangkaian ibadah dengan baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan