Media Kampung – Sebanyak 14 jamaah haji asal Debarkasi Surabaya harus menunda kepulangan mereka ke Tanah Air. Hingga 23 Juni 2026, mereka masih menjalani perawatan di Arab Saudi karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan pulang.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad Asadul Anam menyatakan bahwa pihaknya memastikan seluruh jamaah yang masih dirawat akan terus dipantau dan mendapatkan pelayanan kesehatan hingga dinyatakan layak terbang. “Kami berharap jamaah yang masih dirawat segera pulih dan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, bagi jamaah yang wafat, pemerintah akan mengurus seluruh hak dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Sejauh ini, sebanyak 44 jamaah wafat selama masa pemulangan. PPIH Debarkasi Surabaya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jamaah haji. “Semoga seluruh almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami juga terus berkoordinasi untuk memastikan jamaah yang masih dirawat memperoleh layanan kesehatan terbaik hingga dapat dipulangkan,” tambah Asadul Anam.

Untuk jadwal kedatangan pada 24 Juni 2026, terdapat lima kelompok terbang (kloter) yang tiba, yaitu kloter 82, 83, dan 84 asal Kabupaten Banyuwangi, kloter 85 dari Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, serta kloter 86 dari Kabupaten Bondowoso. PPIH Debarkasi Surabaya akan terus melanjutkan proses pemulangan hingga seluruh 116 kloter jemaah haji Debarkasi Surabaya kembali ke tanah air sesuai jadwal operasional yang telah ditetapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.