Media Kampung – Hingga 11 Juni 2026 pukul 00.00 WIB, sebanyak 34 persen jamaah haji Debarkasi Surabaya telah kembali ke Tanah Air. Total 14.781 jamaah dan petugas haji tiba di Bandara Internasional Juanda melalui proses pemulangan bertahap.

Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat jumlah jamaah dan petugas yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya mencapai 44.000 orang. Rinciannya terdiri atas 43.237 jamaah dan 763 petugas, termasuk Petugas Haji Daerah (PHD), Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), Ketua Kloter, Petugas Haji Indonesia Kloter (PIHK), serta Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).

Sampai dengan kedatangan Kloter 39, jumlah jamaah yang telah kembali tercatat sebanyak 14.514 orang, sementara 267 petugas juga telah tiba. Dari total 14.781 orang yang telah dipulangkan, sebanyak 6.914 berjenis kelamin laki-laki dan 7.867 perempuan.

Kloter 39 tiba di Bandara Internasional Juanda menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines nomor penerbangan SV 5380 pada pukul 21.00 WIB, lebih cepat dari jadwal semula pukul 21.50 WIB. Kloter tersebut membawa 378 jamaah dan petugas yang terdiri atas 173 laki-laki dan 205 perempuan. Rombongan meliputi 372 jamaah, dua petugas PHD dan PIH KBIHU, serta empat petugas kloter. Kloter 39 berasal dari Kabupaten Bojonegoro dan Kota Pasuruan.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad Asadul Anam, menyampaikan bahwa proses pemulangan jamaah hingga Kloter 39 berlangsung dengan baik berkat dukungan seluruh unsur pelayanan. “Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji hingga Kloter 39 berjalan dengan tertib dan lancar. Seluruh petugas terus memberikan pelayanan terbaik mulai dari kedatangan di bandara, proses penerimaan di asrama haji, hingga pemulangan jamaah ke daerah asal masing-masing,” ujarnya.

Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, mayoritas kloter tiba sesuai jadwal. Tercatat sebanyak 26 kloter mendarat tepat waktu, tujuh kloter lebih cepat dari jadwal, dan enam kloter mengalami keterlambatan.

Hingga Kloter 39, terdapat 110 mutasi keluar yang terdiri atas jamaah wafat, sakit, tunda pulang, perpindahan kloter, serta kursi kosong. Sementara itu, mutasi masuk tercatat sebanyak 51 jamaah yang berasal dari perpindahan kloter. PPIH Debarkasi Surabaya juga melaporkan adanya tiga jamaah yang wafat dalam proses pemulangan, berasal dari Kota Malang dan Kota Pasuruan.

“Atas nama PPIH Debarkasi Surabaya, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya jamaah haji. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Mohammad Asadul Anam.

Selain itu, masih terdapat 15 jamaah yang belum dapat kembali ke Indonesia karena menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Jamaah tersebut berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur dan masih memerlukan penanganan medis lebih lanjut. “Kami terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih dirawat. Semoga seluruh jamaah diberikan kesembuhan dan dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” katanya.

PPIH Debarkasi Surabaya mencatat masih ada 29.219 jamaah dan petugas yang akan dipulangkan pada kloter-kloter berikutnya. Hingga akhir operasional haji, panitia berkomitmen menjaga kualitas pelayanan agar seluruh proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.