Media KampungArab Saudi mengimbau para jemaah haji untuk menjaga kesehatan kaki selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci yang tengah menghadapi cuaca ekstrem. Kementerian Kesehatan Saudi menyarankan jemaah memilih alas kaki yang nyaman dan aman serta rutin memeriksa kondisi kaki setelah melakukan perjalanan jauh.

Jemaah juga dianjurkan untuk mencuci dan mengeringkan kaki secara menyeluruh setiap selesai beraktivitas guna mencegah lecet, iritasi, dan infeksi kulit. Otoritas kesehatan menegaskan agar jemaah tidak berjalan tanpa alas kaki, terutama bagi penderita diabetes yang rentan mengalami luka dan borok pada kaki selama musim haji.

Untuk jemaah perempuan, disarankan menggunakan kaus kaki yang sesuai untuk mengurangi risiko gesekan dan cedera akibat aktivitas berjalan serta kepadatan mobilitas. Kementerian Kesehatan Saudi juga menyediakan layanan nomor 937 untuk konsultasi medis sebagai bagian dari edukasi kesehatan selama pelaksanaan haji.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Indonesia melarang jemaah Indonesia melakukan lontar jumrah pada siang hari karena suhu di Mina mencapai 41 derajat Celsius. Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, mengimbau jemaah untuk tidak melaksanakan lontar jumrah antara pukul 10.00 hingga 14.00 WAS dan tetap berada di maktab masing-masing agar terhindar dari risiko dehidrasi, heatstroke, dan kepadatan di jalur Jamarat.

Maria menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal demi keselamatan dan kenyamanan jemaah selama ibadah haji. Dengan mengikuti arahan petugas dan kebijakan yang diterapkan, pergerakan jemaah di Jamarat diharapkan berjalan lebih aman dan tertib.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.